Haji Lulung Sayangkan Ombudsman Bentuk Opini tentang Tanah Abang

Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana alias Haji Lulung, mengaku sangat senang Ombudsman membantu penyelesaian kesemrawutan di Tanah Abang.

Haji Lulung Sayangkan Ombudsman Bentuk Opini tentang Tanah Abang
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Abraham Lunggana alias Haji Lulung 

WARTA KOTA, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana alias Haji Lulung, mengaku sangat senang Ombudsman membantu penyelesaian kesemrawutan di Tanah Abang.

Meski sangat terbuka pada Ombudsman, politikus PPP ini menyayangkan Ombudsman yang dianggapnya hanya membentuk opini tentang Tanah Abang.

"Saya sangat senang kalau Ombudsman itu membantu kita. Tetapi saya tidak senang kalau Ombudsman itu cuma opini di publik," ujar Lulung, Senin (27/11/2018).

Baca: Haji Lulung: Enggak Ada Preman di Pasar Tanah Abang

Lulung mengatakan, dengan adanya isu yang beredar mengenai jual beli trotoar, pungli, hingga tindakan kekerasan, dapat merugikan masyarakat Tanah Abang.

"Saya tanya apa kepentingannya? Masyarakat Tanah Abang dirugikan loh. Ada enggak sih copet, ada enggak sih pungutan. Misalnya di Pasar Senen, Pasar Rebo di Jakarta Utara? Kenapa Tanah Abang, ada apa dengan Tanah Abang? Why, Ombudsman?" ujar Lulung di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Lulung mengaku ingin mengajak kerja sama Ombudsman untuk menelusuri tuduhan-tuduhan sebelumnya.

Baca: Ombudsman Sebut Satpol PP Akrab dengan Preman Tanah Abang yang Bekingi PKL

"Ayo dong. Sama-sama kita. Loh, iya dong. Memeras, menodong, merampok, pungli, tindak dong. Tangkap dong, jangan bentuk opini terus," ucap Lulung.

Ombusdman sebelumnya menemukan indikasi praktik maladministrasi. Pada Jumat (24/11/2017) lalu,
Ombudsman mengumumkan telah menemukan indikasi maladministrasi yang dilakukan oknum Satpol PP DKI berupa pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, hingga pembiaran yang dilakukan oknum Satpol PP DKI terhadap pedagang kaki lima di Jakarta.

Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala mengatakan, temuan itu didapatkan setelah pihaknya melakukan monitoring di tujuh lokasi yang rawan PKL.

Monitoring dilakukan secara investigatif di Pasar Tanah Abang, kawasan Stasiun Tebet, Setiabudi, Menara Imperium, kawasan Jatinegara, Setiabudi Perbanas, dan kawasan Stasiun Manggarai. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved