Fadli Zon Minta Jokowi Jangan Mendadak Ganti Panglima TNI
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan, persiapan pergantian panglima TNI harus dilakukan beberapa bulan sebelum menjabat.
WARTA KOTA, SENAYAN - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Presiden Joko Widodo segera menyerahkan nama pengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, kepada Komisi I.
Hal ini terkait masa jabatan Gatot yang akan habis pada Maret 2018. Setelah diserahkan nama calonnya, Komisi I DPR bakal menggelar uji kelayakan.
"Panglima pensiun Bulan Maret, biasanya harus ada proses sebelumnya. Bukan hari pensiunnya baru diganti," kata Fadli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/11/2017).
Baca: Pengganti Gatot Nurmantyo Harusnya dari AU, Imparsial: Jangan Sampai Angkatan Lain Ngambek
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan, persiapan pergantian panglima TNI harus dilakukan beberapa bulan sebelum menjabat.
"Karena H minus tiga atau empat bulan harus dipersiapkan. Presiden jangan mendadak menganti panglima. Tentu bagi yang bersangkutan ada masa persiapan pensiun untuk melakukan serah terima kepada panglima berikutnya," tutur Fadli.
Saat ditanya soal siapa nama calon Panglima TNI yang cocok menggantikan Gatot, Fadli menjawab normatif.
Baca: Seribu Pilot di Indonesia Menganggur, Ini Penyebabnya
"Saya kira sesuai UU-nya, bahwa yang berhak jadi panglima TNI mereka yang telah menjabat kepala staf angkatan. Berarti ada tiga orang setidaknya, yaitu KSAU, KSAD, KSAL," ujarnya.
Menurut Fadli, soal harus bergiliran atau tidak, Fadli menyerahkan kepada Presiden Jokowi.
"Ya itu bagian dari keputusan Presiden, akan mengikuti pola itu atau tidak, terserah Presiden. Menurut saya, sangat mungkin dilakukan giliran, sebagai upaya memajukan semua matra yang ada, begitu," paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/panglima-berpolitik_20171004_051322.jpg)