Senin, 13 April 2026

Gunung Agung Meletus

BNPB Melebarkan Zona Bahaya untuk Gunung Agung

Zona tersebut yakni area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius delapan kilometer dari Kawah Gunung Agung

Asap kelabu tebal letusan Gunung Agung setinggi 700 meter tampak dari kejauhan, Selasa (21/11). (Pusat Data Infornasi dan Humas BNPB) 

WARTA KOTA -- Pasca GunungAgung ditetapkan Siaga IV, Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini melebarkan zona berbahaya serta mengimbau masyararakat untuk waspada.

Dalam situs resmi Badan Geologi (PVMBG) yang dapat diakses lewat tautan Status Gunung Agung , disebutkan masyarakat di sekitar Gunung Agung maupun pendaki, pengunjung maupun wisatawan diimbau agar tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya (ZPB).

Zona tersebut yakni area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius delapan kilometer dari Kawah Gunung Agung serta perluasan sektoral ke arah Utara-Timur laut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari Kawah Gunung Agung, Bali.

Zona tersebut bersifat dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan gunung api terbaru.

Peningkatan zona berbahaya dari sebelumnya enam kilometer dari puncak gunung pada Siaga III itu menyebabkan sejumlah permukiman warga terdampak, antara lain Desa Ban, Dukuh, Baturinggit, Sukadana, Kubu, Tulamben, Datah, Nawakerti, Pidpid, Buanagiri, Bebandem, Jungutan, Duda Utara, Amerta Buana, Sebudi, Besakih dan Pempatan.

Seluruh warga diungsikan, mengingat apabila erupsi terjadi maka potensi bahaya lain yang dapat terjadi adalah terjadinya hujan abu lebat yang melanda seluruh zona berbahaya.

Hujan abu lebat juga dapat meluas ke luar zona berbahaya bergantung pada arah dan kecepatan angin. Pada saat rekomendasi ini diturunkan, Minggu (26/11/2017), angin bertiup dominan ke arah Timur-Tenggara.

Oleh karena itu, diharapkan agar hal ini dapat diantisipasi sejak dini terutama dalam menentukan lokasi pengungsian.

Sementara itu, mengingat adanya potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan akut (ISPA), seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar Gunung Agung maupun di Pulau Bali diharapkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun pelindung mata sebagai upaya antisipasi potensi bahaya abu vulkanik.

Sebab diketahui, abu vulkanik jatuh di sekitar Gunung Agung.

Selain itu, curah hujan yang relatif tinggi, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar.

Jika lahar mengalir dengan intensitas yang sangat tinggi dan membahayakan keselamatan, masyarakat dapat menjauh sementara ke tempat yang lebih aman sampai kondisi memungkinkan untuk kembali

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved