Bajak Kader Partai Lain, Tanda Proses Kaderisasi Tak Jalan dan Terlalu Bergantung kepada Ketua Umum

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menaggapi aksi bajak-membajak kader partai lain dalam dunia politik.

Bajak Kader Partai Lain, Tanda Proses Kaderisasi Tak Jalan dan Terlalu Bergantung kepada Ketua Umum
Warta Kota/Henry Lopulalan
Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (tengah) bersama Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Emil Elistyanto Dardak (kanan), saat penyerahan surat rekomendasi Cagub dan Cawagub Jawa Timur di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/11/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menaggapi aksi bajak-membajak kader partai lain dalam dunia politik.

Ketika sebuah partai membajak kader partai lain, Ujang menilai proses kaderisasi dalam partai tersebut tak berjalan sebagaimana mestinya.

"Iya, proses kaderisasi partainya kurang berjalan. Mungkin karena partai terlalu bergantung kepada ketua umumnya," ujar Ujang melalui pesan singkat, Minggu (26/11/2017).

Baca: Anies-Sandi Usulkan APBD DKI Jakarta Tahun Depan Naik Jadi Rp 76 Triliun

Ujang merujuk situasi ini kepada Partai Demokrat yang membajak kader partai PDI Perjuangan Emil Dardak.

Ia mengingatkan bahwa situasi ini adalah peringatan bagi para partai lain agar serius menjalankan dan membina kaderisasi.

"Ini warning bagi Partai Demokrat dan lainnya. Jika tidak, maka yang akan terjadi ya tadi bajak-membajak," imbuhnya.

Baca: Sandiaga Uno Gelar Sayembara Sepatu Gara-gara Ditegur Pimpinan DPRD DKI

Untuk menangkal adanya proses bajak-membajak kader, Ujang mengimbau agar partai melakukan kaderisasi secara konsisten.

Hal itu lantaran salah satu tugas partai politik adalah menjadikan kader-kader terbaiknya untuk menempati jabatan-jabatan publik, baik di eksekutif maupun legislatif.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved