Wanita Digerogoti Anjing
Ini Curhatan Terakhir Tante Vero kepada Ketua RT
Karenanya, kata Fauzi, warga sekitar cukup sedih dan turut berduka saat mengetahui Tante Vero meninggal dunia.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Asnawati (50) alias Tante Vero, penjaga rumah kos Puri Asih di Jalan Cengkeh, Beji, Depok, dikenal sebagai pribadi yang terbuka, ramah, dan bermasyarakat.
Wanita yang yang jenazahnya ditemukan membusuk dan sebagiannya digerogoti sembilan ekor anjing peliharaannya itu, juga selalu menjadi salah satu donatur setiap ada kegiatan warga di lingkungannya.
Ahmad Fauzi, Ketua RT 4/7, Kelurahan Pondok Cina menuturkan, sosok Tante Vero memang dikenal cukup supel dan sangat bermasyarakat.
Baca: Diduga Meninggal karena Sakit, Jenazah Warga Depok Digerogoti 11 Anjing Peliharaannya
"Warga semua tahu, dia itu ramah, baik, dan bermasyarakat. Bahkan, setiap ada kegiatan lingkungan, kerja bakti, atau perbaikan apa pun di sini, dia selalu berpartisipasi jadi donatur," ungkap Fauzi yang akrab disapa Ozzy, kepada Warta Kota, Sabtu (25/11/2017).
Karenanya, kata Fauzi, warga sekitar cukup sedih dan turut berduka saat mengetahui Tante Vero meninggal dunia.
"Dia orangnya enak, dan termasuk warga yang baik di lingkungan kami," kata Fauzi.
Baca: 11 Ekor Anjing yang Gerogoti Jenazah Warga Depok Kini Diamankan Tim Satwa Brimob
Wati, tetangga Tante Vero yang rumahnya berada di samping Rumah Kos Puri Asih yang dijaga Tante Vero sekaligus tempatnya tinggal, menuturkan, selain ramah dan periang, Tante Vero juga dikenal cukup telaten dalam hal apa pun.
"Kalau ngerawat anjing peliharaannya dia sangat telaten, juga hal lainnya. Termasuk, saat jaga rumah kos dan bersih-bersih di sana. Karena telatennya itu, Tante Vero juga diminta bantu-bantu setrika di laundry enggak jauh dari Puri Asih," beber Wati.
Menurut Wati, Tante Vero juga aktif di kegiatan RT, mulai dari pengajian, sampai senam ibu-ibu. Fauzi menambahkan, yang paling diingat dari Tante Vero adalah curhatannya ke dia sebagai Ketua RT beberapa bulan lalu.
Baca: Kesehatan Sembilan Anjing yang Gerogoti Jenazah Majikannya Sudah Diperiksa, Ini Hasilnya
"Dia bilang, saya ingin lebih bermasyarakat, karena saya di sini tinggal sendiri. Supaya kalau ada apa-apa, warga pada mau bantu saya," ucap Ahmad Fauzi menirukan ucapan Tante Vero.
Ucapan itu masih terngiang hingga kini di telinga Fauzi.
"Saya inget bener, itu ucapan dia curhat terakhir kali ke saya, sebagai Ketua RT," terang Fauzi kepada Warta Kota, di depan Rumah Kos Puri Asih di Jalan Cengkeh, RT 4/7, Kelurahan Pondok Cina, Beji, Depok, di mana Asnawati menjadi penjaga kos di sana.
Baca: Mau Ikut Acara di Indosiar, Dua Bocah Asal Lampung Ini Malah Tersesat di Senen
Di salah satu kamar di area di dekat kebun atau halaman belakang di Rumah Kos Puri Asih itulah, Asnawati ditemukan tak bernyawa, Jumat (24/11/2017) dini hari.
Jenazahnya sudah membusuk, dan beberapa bagian, terutama di tangan dan kakinya, tidak utuh lagi, karena digerogoti oleh sembilan ekor anjing peliharaannya.
Menurut Fauzi, Asnawati memang cukup bermasyarakat dan lebih aktif dalam setengah tahun terakhir.
"Pengajian, senam, dan arisan ibu-ibu di sini, dia aktif sekali dan selalu ikut," ucap Fauzi.
Baca: Alexis Berhenti Beroperasi, Karyawan Minta Pemprov DKI Kasih Jalan Keluar
Ia menjelaskan, Asnawati sudah lebih 10 tahun tinggal di wilayah itu. Di KTP-nya, Asnawati tercatat sebagai warga RT 3/7, Kelurahan Pondok Cina, Beji, Depok.
Sedangkan Puri Asih di mana Asnawati bekerja dan tinggal adalah RT 4, RW 7.
"KTP dia kenapa RT 3 RW 7? Karena di sana di RT sebelah itu, Tante Vero dipercaya jaga kos juga. Rumah Kos Palimanan namanya," ungkap Fauzi.
Namun kata Fauzi, Tante Vero lebih banyak di Puri Asih.
Baca: Jokowi: Saya Sebagai Presiden Tidak Pernah Keluarkan Izin Reklamasi, Sebagai Gubernur Juga Tidak
"Soalnya yang kosan di Palimanan sudah ada penjaga kos lain, Pak De, disapanya," jelas Fauzi.
Sedangkan dalam kartu keluarga atau KK, lanjut Fauzi, Asnawati tercatat tinggal berdua saja dengan anak perempuannya.
"Tapi anak perempuannya itu jarang ke sini. Dia tinggal di Johar Baru. Sekarang anaknya ada di dalam rumah kos, yang orangnya gemuk dan pakai jilbab biru tadi," papar Fauzi.
Baca: Ini Solusi Sandiaga Uno untuk Para Mantan Sopir Parkir Valet Hotel Alexis
Ia mengaku tak tahu di mana suami Asnawati berada.
"Saya enggak kenal dan enggak tahu suaminya. Sepertinya sudah pisah lama. Sejak kenal Tante Vero, saya enggak pernah tahu suaminya," aku Fauzi.
"Selama ini memang warga dan ibu-ibu tahu kalau Tante Vero sakit diabetes basah. Jadi, sepertinya dia meninggalnya karena diabetes itu," sambung Fauzi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rumah-indekos-puri-asih-3_20171125_205608.jpg)