Media Sosial

Pasang Iklan Bernada Rasis, Cordova Residence Dinilai SARA

Perumahan yang berada di kawasan Cilodong, Kota Depok ini memasang iklan yang dinilai sebagian warganet bernada rasis.

Pasang Iklan Bernada Rasis, Cordova Residence Dinilai SARA
www.shutterstock.com
ILUSTRASI perumahan 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Perumahan Cordova Residence menjadi trending topik dalam dunia maya. Terhitung sejak Kamis (23/11/2017), perumahan yang berada di kawasan Cilodong, Kota Depok itu memasang iklan yang dinilai sebagian warganet bernada rasis.

Hal itu ditunjukan Jack Sitorus lewat akun twitternya @JackSitorus_. Sekilas, potret iklan yang dipostingnya itu tidak berbeda dengan iklan bilboard perumahan pada umumnya, tetapi sebuah kalimat yang tercetak tebal dan berwarna mencolok mengusik hatinya.

"Depok Jaman Now. (Daerah Eksklusif Pemukiman Onta Kaya)," tulisnya bernada kesal.

Kekesalan yang ditunjukan oleh Jack memang ditujukan pada sebuah kalimat pada papan iklan, 'Perumahan Khusus Muslim'. Kalimat yang menurutnya rasis. "#CordovaResidence #Cilodong #Depok #Properti #Rasisme," hashtag yang menyertai postingannya pada kamis (23/11/2017).

Postingan Jack pun mendapat respon beragam dari netizen. Salah satunya akun bernama @dienak_in yang justru mempertanyakan bunga yang dibebankan kepada konsumen apabila mengambil kredit dengan rentang waktu berbeda.

"Tanpa bunga? coba tengok tabel harga kavling. harga cash saat gathering, harga spesial gathering cicilan flat 1th, 2th dan cash bertahap 3x HARGANYA BEDA SEMUA. selisih harganya dinamain apa nih? sodaqoh? wkwkwkwk," tulisnya nyinyir melengkapi potret iklan Cordova Residence yang dapat diakses lewat tautan pic.twitter.com/aCZ54rbpkJ.

Sementara, Adityo Pratomo Mangku Prawan Limo Wudo Sedoyo lewat akun @gadeblazz menjelaskan maksud iklan yang menurutnya mengacu pada pembiayaan syariah. Dirinya pun memposting penjelasan lewat empat kicauan.

'1. Sabar sabar... saya bisa jelaskan.. :), jadi sebuah jual beli itu bisa riba dan bisa tidak karena ijab kabulnya... bahwasanya seseorang menjual 1 benda dicicil 5 kali secara flat misalnya maka sah tidak ada riba disana... Syar'i.. :)

2. pertanyaannya kenapa ada beda antara dicicil dan juga di beli langsung... apa itu gak bisa dibilang bunga... disini ada dua pendapat... ada yang bilang kalau cicilan flat nggak berubah ubah... tidak bisa dikatakan bunga, bisa juga dibilang diskon kalau belinya cepat...

3. Ada yg bilang itu bentuk bunga, harusnya, mau di cicil 5 th, atau cash, jumlah totalnya harusnya sama, kalaupun dibedakan,seharusnya tidak dijadikan pilihan. jadi ditanya dulu maunya customer bgmn, say cicil 5th. maka harga cicilan 5th yg diberikan, gak boleh ada option lain

4. Jadi kalau Konsumen bilang saya mau cash aja... harganya sdh di lock harga 5th, gak bisa berubah. itu kalau mau Kaffah, Madep-Manteb syarinya. tapi biasanya dunia bisnis carinya yg lebih mudah, bisa bilang harganya pakai yang paling mahal, kalau bayar lebih cepat kasih diskon'

"itu yang saya tahu... bila saya benar, kebenaran datangnya dari Allah semata, apa bila salah maka saya mohon maaf dan kesalahan itu dari saya pribadi mudah mudahan Allah mengampuni...," tulisnya mengakhiri paparan.

Serupa, Ridu lewat akun @ridu menjelaskan dalam jual beli yang mengacu pada pembiayaan syariah tetap diperbolehkan mengambil keuntungan dari penjualan barang. Sehingga selisih harga yang dibebankan kepada konsumen merupakan keuntungan penjual, cicilan bukan bunga layaknya bank konvensional.

"Dalam pembiayaan Syariah, bank adalah pemilik properti, lalu rumah tsb dijual ke konsumen. Dalam Islam, diperbolehkan mengambil untung dalam menjual barang. Jadi selisih harga adalah keuntungan. Bukan bunga. Dan secara Syariah, cicilan perbulan itu fix sampai lunas (tdk floating)," tulisnya. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved