Jalur KA Bandung Dalam Pengawasan, PT KAI Lakukan Rekayasa

Walau jalur telah resmi dibuka, kecepatan KA masih dibatasi, yakni sekitar lima kilometer per jam untuk keamanan perjalanan KA.

Jalur KA Bandung Dalam Pengawasan, PT KAI Lakukan Rekayasa
Istimewa
Dibantu tiga unit alat berat, sejumlah personil TNI dan warga sekitar memberbaiki jalur rel yang terkena tanah longsor, Kamis (23/11/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Walau evakuasi selesai dilakukan dan jalur Kereta Api (KA) Bandung kini sudah dibuka pasca bencana longsor yang terjadi di perlintasan rel Kereta Api (KA) antara Stasiun Cipeundeuy dan Bumiwaluya pada Rabu (22/11/2017), PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) tetap melakukan rekayasa.

Keputusan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Edi Sukmoro bertujuan untuk mengurangi tingkat keterlambatan.

Baca: Jalur KA Bandung Sudah Dibuka

Sebab diketahui, walau jalur telah resmi dibuka, kecepatan KA masih dibatasi, yakni sekitar lima kilometer per jam untuk keamanan perjalanan KA.

"Akibat kejadian tersebut, PT KAI telah mengupayakan berbagai skenario. Khusus KA Kahuripan relasi Blitar-Madiun-Kiaracondong, Bandung dilakukan skenario operasi dan pelayanan, yakni mengirimkan rangkaian cadangan dari Madiun ke Blitar," jelasnya dalam siaran tertulis pada Jumat (24/11/2017).

Sementara, lanjutnya, Rangkaian KA Kahuripan dari Bandung yang terlambat, hanya berakhir di Stasiun Madiun.

Sedangkan penumpang tujuan Caruban, Nganjuk, Kediri sampai Blitar dinaikkan kereta cadangan dari Madiun serta memberangkatkan penumpang dari Blitar dengan menggunakan kereta cadangan sampai Stasiun Madiun dan digabung dengan rangkaian dari Bandung.

Atas bencana alam yang mengakibatkan keterlambatan perjalanan KA, mewakili PT KAI dirinya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna jasa KA.

Bersamaan, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI dan Polri serta warga sekitar yang telah membantu KAI dalam proses normalisasi.

Dirinya juga mengajak peran serta masyarakat untuk senantiasa aktif apabila menemukan rintangan jalan di jalur KA, agar segera melaporkan kepada petugas secepatnya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami mohon maaf kepada penumpang baik yang perjalanannya mengalami keterlambatan atau yang mengalami pembatalan perjalanan. Bagi yang mengalami.pembatalan perjalanan, silakan mengambil kembali bea tiketnya 100% di loket dengan menunjukkan boarding pass asli dan kartu identitas di loket stasiun keberangkatan," jelasnya.

“Satu lagi yang ingin kami sampaikan kepada calon penumpang KA, yaitu terkait pemesanan tiket yang WAJIB mencantumkan nomor HP yang bisa dihubungi. Hal ini penting sebab apabila ada keterlambatan ataupun pembatalan KA akibat kejadian force majeur seperti longsor dan sebagainya, bisa kami informasikan kepada calon penumpang tersebut,” tutupnya menambahkan. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved