Rabu, 8 April 2026

Hadapi Tahun Politik 2018, Munaslub Golkar Harus Digelar Paling Lambat Akhir Desember

Dirinya menyebutkan, dari informasi yang diperolehnya, desakan digelarnya munaslub makin deras.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (tengah) bersama Khofifah Indar Parawansa (ketiga kanan), Emil Elistyanto Dardak (keempat kiri), dan sejumlah kader Partai Golkar, saat penyerahan surat rekomendasi Cagub dan Cawagub Jawa Timur, di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (22/11/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Ketua DPP Partai Golkar Indra Bambang Utoyo mengatakan, pihaknya mendorong munaslub digelar paling lambat akhir tahun 2017.

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk menghadapi tahun politik yang bakal meriah di 2018.

"Munas harus diadakan paling lambat akhir tahun. Karena awal 2018, DPP baru sudah harus bekerja menghadapi proses pemilu dan pilkada serentak," kata Bambang lewat pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Baca: Jokowi Baca Puisi Dewi Lestari di Hari Sumpah Pemuda

Bambang menjelaskan, Munaslub bisa digelar jika ada suara dua pertiga DPD tingkat I. Hal ini sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Golkar.

Dirinya menyebutkan, dari informasi yang diperolehnya, desakan digelarnya munaslub makin deras. Tiga hari lalu, baru delapan DPD I yang bersuara, dan saat ini sudah bertambah.

"Ini sudah 8 DPD provinsi, dan saya mendapat info jumlahnya terus bertambah," ujar Indra.

Baca: Jokowi Ingin Sistem Belajar 60 Persen di Luar 40 Persen di Ruangan

Lebih lanjut Indra menilai, Munaslub merupakan jalan terbaik untuk penyelamatan partai. Elektabilitas Partai Golkar yang terus menurun harus menjadi catatan penting.

"Yang punya kekuasaan menentukan Munas di Rapimnas adalah suara DPD Provinsi (AD/ART), ya enggak bisa dilawan oleh siapa pun," ucap Indra. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved