Rahmat Trauma dan Terbayang-bayang Usai Kejadian Penembakan Dokter Letty

"Ya namanya driver ojek pasti kita menjalankan sesuai prosedur, coba kalo waktu itu saya yang ditembak gimana istri dan anak saya," katanya.

Rahmat Trauma dan Terbayang-bayang Usai Kejadian Penembakan Dokter Letty
Warta Kota/Joko Supriyanto
Rahmatsah Nasution (51) selaku pengemudi ojek online yang mengantarkan Helmi pelaku penembakan dokter Letty mengaku masih trauma. 

WARTA KOTA, CAWANG -- Rahmatsah Nasution (51) selaku pengemudi ojek online yang mengantarkan Helmi pelaku penembakan dokter Letty di Azzahra Medical Center mengalami trauma pasca kejadian tersebut.

Bahkan saat kejadian secara jelas ia mendegar letupan senjata api ketika menunggu Helmi didepan Klinik.

Rahmat panggilan akrabnya menceritakan bagaimana awal pertemuanya dengan ketika mendapatkan orderan dari Helmi dari Bekasi menuju Azzahra Medical Center.

Namun sekitar 13.30 wib ketika melintas sekitar dekat Walikota Jakarta Timur, Helmi meminta berhenti di warung dengan alasan hujan. Namun tak berselang lama ia melanjutkan berjalanan kembali.

Saat tiba di Klinik yang dituju, Helmi menyuruh untuk menunggu dengan alasan akan mengambil uang, bukan uang yang ia dapat, beberapa saat kemudian ia mendengar suara tembak.

"Karena belum bayar ya sudah saya nunggu, tapi malah denger suara tembakan, karena dia belum bayar makanya saya nunggu masa saya kabur gitu aja," kata Rahmat saat ditemui, Kamis (23/11/2017).

Kurang lebih 10 menit setelah Helmi masuk ke dalam Klinik, ia keluar menemui Rahmat dan meminta untuk diantarkan ke Polda Metro Jaya.

Tak lama Rahmat mengiyakan tawaran tersebut lantaran merasa takut bahkan ia takut justru pelaku diamuk massa.

Selama dalam perjalanan Rahmat mengaku melihat Helmi dalam kondisi tegang, sebelum berangkat Helmi sempat melontarkan kalimat meminta maaf kepada Rahmat dan meminta untuk diantarkan ke Polda.

"Dia keluar saya gak lihat dia bawa pistol karena bawa tas, lalu datang ke saya, saya juga sempat nanya kenapa bisa jadi begini pak, kata dia, saya setres, istri saya minta cerai, saya stres pak, maafin saya ya pak, ayo pak antarkan saya ke Polda, saya mau nyerahin diri," ucap Rahmat saat menceritakan kejadian tersebut.

Trauma
Atas kejadian tersebut Rahmat mengaku masih trauma bahkan ia sering terbayang-bayang jika hal tersebut menimpa kepada keluarganya.

"Ya namanya kejadian seperti ini pasti trauma, apa lagi saya manusia yang punya keluarga juga, sampai sekarang saya masih terbayang-bayang kejadian itu," kata Rahmat.

Menurutnya kejadian seperti ini baru pertama kali ia alami selama menjadi driver ojek. Bahkan ia terkadang sedikit takut jika hal tersebut terulang kembali.

"Ya namanya driver ojek pasti kita menjalankan sesuai prosedur, coba kalo waktu itu saya yang ditembak gimana istri dan anak saya," katanya.

Walau kejadian tersebut membuat dirinya trauma, namun ia tetap bertahan menjalani profesi sebagai driver ojek online, karena hal tersebut menjadi pekerjaan yang ia jalani untuk menghidupi keluarganya saat ini. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved