Tak Seperti Bisnis Ritel, Pelaku UMKM Diyakini Bisa Bertahan

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede menjelaskan, pelaku UMKM selalu bisa bersaing dan tumbuh menghadapi gempuran ritel online.

Tak Seperti Bisnis Ritel, Pelaku UMKM Diyakini Bisa Bertahan
Warta Kota/Rangga Baskoro
Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede di acara Seminar UMKM yang digelar Bazis bekerjasama dengan CSR yang bergerak di bidang ritel, di ruang serbaguna utama, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede menjelaskan, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) selalu bisa bersaing dan tumbuh menghadapi gempuran ritel online.

Hal itu dikatakannya dalam acara Seminar UMKM yang digelar Bazis bekerjasama dengan CSR yang bergerak di bidang ritel, di ruang serbaguna utama, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017).

"Saat ini banyak pengusaha ritel yang bangkrut akibat adanya ritel online, akan tetapi saya berkeyakinan ritel online tidak bisa mengalahkan para pelaku UMKM,“ ungkap Mangara.

Hal itu dikarenakan pengusaha UMKM dinilainya lebih bisa menjangkau masyarakat di seluruh penjuru. Kebutuhan masyarakat pun cepat terpenuhi dengan adanya pelaku bisnis UMKM.

"Karena para pelaku UMKM berada di tengah-tengah masyarakat dimana di lingkungannya sudah saling mengenal serta bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dari masyarakat yang menjadi pelanggannya," tuturnya.

Hal yang sering membelit para pelaku UMKM, sambung Mangara, yakni pengelolaan keuangan yang belum bisa melakukan manajemen antara laba usaha dengan kebutuhan sehari-hari.

"Sebagai contoh ketika bapak ibu berjualan, anak minta uang jajan harian, uangnya diambil dari situ, tidak ada pemisahaan yang jelas sehingga tidak bisa mengetahui berapa hasil penjualan dan keuntungan hari ini semua masih bercampur baur, seperti dompet ibu-ibu di rumah," kata Mangara.

Dalam seminar tersebut, kepala Bazis Jakarta Pusat, Jamhuri menjelaskan, acara itu diikuti sebanyak 200 orang yang terdiri dari para pelaku UMKM binaan CSR, Forum Komunikasi Majelis Taklim, dan Forum Majlis Ulama.

Sedangkan hasil pengumpulan Zakat Infaq dan Sadaqoh (ZIS) melalui kotak yang tersebar di 107 usaha ritel ternama yang ada di wilayah Jakarta Pusat hingga akhir Oktober sebesar Rp 270.622.265. Ia mengharapkan ke depannya jumlah kotak ZIS yang dikelola Bazis Jakarta Pusat yang disebar di Swalayan di bidang ritel jumlahnya akan bertambah.

"Sehingga pengumpulan ZIS bisa maximal dan masyarakat yang kurang mampu bisa terbantu," tutur Jamhuri.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved