Koran Warta Kota

Setya Novanto Ikhlas Dilengserkan dari Jabatan Ketua DPR

Rapat pleno DPP Golkar yang akan digelar Selasa (21/11) ini akan memutuskan penarikan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto

Koran Warta Kota
Headline Warta Kota edisi Selasa, 21 November 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Menyusul ditahannya Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dua jabatannya terancam lepas.

Hari ini, Partai Golkar akan menariknya dari jabatan Ketua DPR RI.

Sedangkan di internal Partai Golkar juga muncul desakan melengserkannya dari jabatan Ketua Umum DPP Golkar. Novanto sendiri mengaku ikhlas.

Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid menyatakan, rapat pleno DPP Golkar yang akan digelar pada Selasa (21/11) ini akan memutuskan penarikan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dari jabatan Ketua DPR RI.

"Besok (hari ini --Red) kami putuskan bahwa menarik daripada Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI," ujar Nurdin di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (20/11).

Pengganti Novanto sebagai Ketua DPR baru akan diputuskan dalam pekan ini juga. "Langsung, Insya Allah dalam minggu ini diisi," kata Nurdin.

Siapa yang akan menggantikan Novanto? "Banyak (nama) potensial. Besok kami putuskan penggantian. Tapi siapa penggantinya kami serahkan pada mekanisme yang ada," ujar Nurdin.

"Yang pasti bukan saya," tambahnya.

Nurdin menambahkan, penggantian posisi Ketua DPR RI tak perlu menunggu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) DPP Golkar.

Sebelumnya, Wakil Se­kretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, partainya akan melakukan konsolidasi internal untuk menentukan pengganti Setya Novanto sebagai Ketua DPR.

Ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, pembahasan pergantian Ketua DPR dilakukan tanpa adanya ketua umum definitif setelah Setya Novanto dinonaktifkan. Artinya, Golkar akan menunjuk pelaksana tugas terlebih dahulu dan langsung dilakukan pembahasan pergantian ketua DPR.

Kedua, pembahasan pergantian Ketua DPR dilakukan setelah ketua umum definitif terpilih melalui musyawarah nasional luar biasa (munaslub) jika memang itu dimungkinkan untuk digelar.

Jika nantinya yang dipilih adalah opsi kedua, bisa saja ada penunjukan pelaksana tugas ketua DPR sementara hingga Golkar selesai memilih ketua umum definitif dan menentukan siapa Ketua DPR pengganti Setya Novanto.

Tiga alasan

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved