Breaking News:

Berita Heboh

Pertama di Indonesia, Aspal Jalan Inspeksi Cakung Drain Gunakan Sampah Plastik

Pengaspalan jalan di Jalan Inspeksi Cakung Drain menggunakan bahan baku sampah plastik.Ini untuk pertama kalinya diterapkan di Indonesia.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Pengaspalan Jalan Inspeksi Cakung Drain menggunakan bahan baku sampah plastik. Ini untuk pertama kalinya diterapkan di Indonesia. 

WARTA KOTA, CILINCING-Sekilas kondisi Jalan Inspeksi Cakung Drain, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara terlihat biasa saja.

Namun siapa sangka jika ternyata jalan yang belum lama diaspal tersebut proses pengerjaannya berbeda daripada biasanya.

Pasalnya proses pengaspalan akses menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing dengan lebar 4 meter dan panjang 600 meter itu menggunakan bahan campuran aspal hotmix dan sampah plastik kresek sebanyak 6 persen.

Baca: Pembangunan Kereta Bandara Dikebut, Jalan Daan Mogot Macet Parah

Baca: Laporkan Pembuat Meme Setya Novanto, Fredrich Yunadi: Kalau Sudah Ada yang Ditangkap Saya Kasih Tahu

"Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Penataan Kawasan Muara Cakung Drain TPI Cilincing. Selama ini kondisi jalan di lokasi tersebut rusak sehingga akhirnya diusulkan untuk diperbaiki," ucap Camat Cilincing, Purnomo, Senin (20/11/2017).

Menurut Purnomo, proses pengaspalan dilakukan oleh tim Badan Teknologi Primer, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Kemaritiman.

Kegiatan tersebut dilakukan cukup singkat yakni hanya dalam dua hari.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya penanggulangan untuk mereduksi sampah plastik serta menjaga lingkungan agar tetap bersih. Proses tersebut sekaligus menjadi yang pertama di Indonesia," ujarnya.

Salah seorang warga, Nurmansyah (41) mengaku senang dengan adanya perbaikan jalan yang dilakukan di kawasan tempatnya bekerja. Pasalnya hal tersebut turut mendorong kegiatan yang ada menjadi lebih baik lagi.

"Kalau akses jalannya bagus, kan kita juga terbantu, prosesnya bisa lebih cepat daripada biasanya. Nggak perlu lagi lama-lama karena jalannya udah nggak rusak lagi," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved