Para Model Afrika Peragakan Batik Indonesia di Dakar

Para peragawati profesional Afrika memperagakan busana tenun dan batik rancangan empat perancang busana Indonesia di KBRI Dakar, Senegal.

kemlu.go.id
Para grandfinalis Miss Senegal 2016 mengenakan dan memperagakan busana batik Indonesia hasil karya para perancang Indonesia pada acara Resepsi Diplomatik Peringatan HUT RI ke-71 di KBRI Dakar, Senegal pada 2 November 2016. Acara serupa kembali digelar pada acara Resepsi Diplomatik Peringatan HUT RI ke-72 di King Fahd Palace, salah satu hotel ternama baru-baru ini di Dakar. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Para peragawati profesional asal Afrika memperagakan busana tenun dan batik rancangan empat perancang busana Indonesia yang memukau ratusan tamu pada acara Resepsi Diplomatik Peringatan HUT RI ke-72 di KBRI Dakar, Senegal.

Sekitar 300 tamu menghadiri acara yang digelar di King Fahd Palace Hotela Dakar, salah satu hotel ternama di Senegal. Demikian penjelasan Dimas Prihadi, pejabat pada Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) KBRI Senegal, kepada Antara, Sabtu.

Acara bertema Nusantara Fashion and Culture Show ini menggabungkan fesyen dan budaya Indonesia dalam balutan karya busana rancangan Nita Seno Adji, Rudi Chandra, Defrico Audy, dan Malik Moestaram yang diperagakan para model profesional Senegal.

Sebagian besar binaan itu adalah mereka yang pernah menjadi finalis Miss Senegal binaan Komite Miss Senegal yang dikoodinasi ketua komite Amina Badiane.

Perancang Nita Seno Adji menampilkan rancangan "the Rainbow of Asia and Africa" yang merefleksikan persahabatan Indonesia-Senegal. Nita mengeksplorasi warna dan kehidupan rakyat Senegal dengan menitikberatkan pada pola klasik Batik Indonesia yang dipadukan dengan tenun Bali dan sarung sutra Makassar.

Sedangkan Rudy Chandra memadukan pewarna alami dengan tenun Sabu, NTT, bertema "Enchanting East Indonesia." Sementara Defrico Audy mengangkat tema "Sumba in My Mind" dan memilih Tenun Sumba, NTT, untuk menampilkan busana elegan, modern dan fesyenebel bagi warga Senegal.

Adapun Malik Moestaram menawarkan tema "the Stunning Beauty of Solo" dengan gaun batik kontemporer dari Solo untuk busana pesta. Kupu-kupu dan daun menjadi pola utama dari Batik ini.

"KBRI mensinergikan fesyen dengan diplomasi ekonomi atau diplomasi fesyen, dengan menggunakan saluran diplomatik yang menghubungkan desainer Indonesia dengan dunia fesyen dan buyer, majalah dan rumah mode," kata Dubes RI untuk Dakar, Mansyur Pangeran.

Menteri Perikanan dan Ekonomi Maritim Senegal Oumar Gueye menyebut Indonesia dan Senegal sama sama memiliki nilai budaya dan agama yang toleran sehingga kemitraan antara kedua negara dapat berkembang.

Acara ini dihadiri kalangan diplomatik, organisasi internasional, pejabat pemerintah, pengusaha, LSM nasional dan internasional, media, Indonesianis, pengamat fesyen, pecinta batik, operator pariwisata, sosialita, budayawan hingga akademisi.

Pada tahun 2016, di tempat yang sama batik Indonesia juga tampil di hadapan masyarakat Senegal dan internasional. Acara ini menampilkan busana batik Indonesia hasil karya Batik Susilowati George Gerban dari Acara ini merupakan Resepsi Diplomatik sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-71 Proklamasi Kemerdekaan RI di Dakar, Senegal.

Editor:
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved