Duh! 99 Ribu Data Penduduk Jakarta yang Sudah Direkam untuk e-KTP Diduga Ganda

Sekitar 99 ribu data penduduk di DKI Jakarta yang sudah direkam, diduga ganda.

Duh! 99 Ribu Data Penduduk Jakarta yang Sudah Direkam untuk e-KTP Diduga Ganda
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Warga mengurus e-KTP di Kantor Kelurahan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017). Setiap hari, 15-20 orang mengurus e-KTP. 

WARTA KOTA, GROGOL - Sekitar 99 ribu data penduduk di DKI Jakarta yang sudah direkam, diduga ganda.

Alhasil, proses pencetakan KTP elektronik di DKI Jakarta belum bisa dilakukan sepenuhnya, karena harus menunggu proses verifikasi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Edison Sianturi mengatakan, saat ini pihaknya sangat serius menuntaskan pencetakan KTP elektronik. Apalagi, Kementerian Dalam Negeri telah menyiapkan blangko untuk keperluan pencetakan.

Baca: Nikita Mirzani Jadi Tak Lancar Bayar Cicilan Gara-gara Kasus Kicauan Soal Panglima TNI

"Saat ini kurang lebih 99 ribu data penduduk yang sudah direkam masih diduga ganda. Verifikasi, validasi, dan uji ketunggalan juga belum selesai dan masih di Ditjen Dukcapil Kemendagri, karena kewenangan penunggalan data berada di sana," tutur Edison, Sabtu (18/11/2017).

Dengan kondisi tersebut, Edison mengungkapkan, pihaknya belum bisa melakukan pencetakan KTP elektronik. Sebab, proses pencetakan baru bisa dilakukan apabila uji ketunggalan data yang dilakukan Kemendagri telah selesai.

"Namun kami yakin permasalahan KTP elektronik di DKI Jakarta dalam waktu dekat akan selesai, mengingat perekaman sudah 99,51 persen," ungkap Edison optimistis.

Baca: Fadli Zon: Jokowi Kadang Sebagai Presiden, Gubernur, Bupati, Sampai Ketua RT

Menurutnya, saat ini warga DKI Jakarta yang belum melakukan perekaman data KTP elektronik kurang lebih hanya 38 ribu jiwa. Untuk menuntaskan permasalahan tersebut, Edison mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan pengurus RT dan RW yang warganya belum melakukan perekaman.

"Diduga penduduk yang belum melakukan perekaman ini dikarenakan pindah alamat tanpa lapor. Di sini lah pentingnya peranan pengurus RT di kota-kota besar seperti Jakarta, mengingat tingkat mobilitas penduduk cukup tinggi," tuturnya. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved