Begini Kondisi Fasilitas Umum di Terminal Grogol

"Cuma bangku dan lantainya aja yang mesti diperbaiki," komentar Rohim, salah seorang calon penumpang bus.

Begini Kondisi Fasilitas Umum di Terminal Grogol
Warta Kota/Hamdi Putra
Kondisi tempat duduk atau bangku untuk penumpang di ruang tunggu Terminal Grogol. 

WARTA KOTA, GROGOL -- Kondisi Terminal Bus Grogol, Jakarta Barat, memprihatinkan karena sebagian ubin lantai mengelupas, sementara tempat duduk penumpang masih relatif kurang.

Pantauan Warta Kota di Terminal Bus Grogol, Jakarta Barat pada Kamis (16/11) pagi, tampak sepi, sangat sepi, baik oleh penumpang maupun oleh bus dan angkutan umum lainnya.

Fasilitas-fasilitas umum seperti toilet, mushola, tempat sampah, loket PO bus, kantin, kantor pengelola, pos keamanan, pos kesehatan, dan sebagainya cukup nyaman untuk digunakan.

Kamar mandi Terminal Grogol.
Kamar mandi Terminal Grogol. (Warta Kota/Hamdi Putra)

"Kalau kamar mandinya bersih kan orang jadi nyaman, saya pun jadi betah bekerja. Walau akhir-akhir ini sepi penumpang sejak bus AKAP dilarang masuk terminal tapi alhamdulillah ada aja yang menggunakan toilet dan kamar mandi," tutur Ika, penjaga toilet dan kamar mandi yang sudah bekerja di sana selama empat tahun.

Kebersihan dan kerapihan fasilitas umum yang ada di terminal ini sangat baik. Tidak ada sampah yang bertebaran di area terminal.

Kantin Terminal Grogol.
Kantin Terminal Grogol. (Warta Kota/Hamdi Putra)

"Bersih, rapih, tertata dengan baik, cuma bangku dan lantainya aja yang mesti diperbaiki," komentar Rohim, salah seorang calon penumpang bus.

Meskipun demikian, terdapat beberapa masalah pada ruang tunggu penumpang seperti tempat duduk yang sudah rusak bahkan ubin yang sudah copot.

Mushola Terminal Grogol.
Mushola Terminal Grogol. (Warta Kota/Hamdi Putra)

Selain itu, ada suatu ruangan bekas wartel yang dialihfungsikan menjadi ruang tunggu. Namun kondisinya sangat memprihatinkan.

Kaca jendela ruangan tersebut hampir semuanya pecah bahkan ada beberapa sepeda motor yang terparkir dalam ruang tunggu tersebut.

Ruang tunggu Terminal Grogol, bekas fasilitas Wartel.
Ruang tunggu Terminal Grogol, bekas fasilitas Wartel. (Warta Kota/Hamdi Putra)

"Untuk bangku dan lantai ruang tunggu penumpang kita sudah ajukan ke UPT namun belum ada realisasi, kita tunggu dulu lah," ucap Frendy Manalu, Kepala Terminal Bus Grogol.

"Ruang tunggu itu bekas wartel, memang kaca jendelanya pada pecah. Mau kita sewakan, sudah ada dua penyewa tapi izinnya belum keluar," tambah Frendy kepada Warta Kota.

Suasana di halaman Terminal Grogol, Kamis (16/11) pagi.
Suasana di halaman Terminal Grogol, Kamis (16/11) pagi. (Warta Kota/Hamdi Putra)

Frendy menambahkan, sejak terminal grogol beralih fungsi menjadi terminal transit jumlah penumpang memang turun drastis. Rata-rata jumlah penumpang per hari mencapai 1000 orang.

"Jumlah angkutan 500an ada, berbanding 1000 penumpang tentu sangat memprihatinkan, Penumpang paling ramai yaitu sore hari. Nanti mereka diangkut lagi ke terminal Kalideres atau Pulo Gebang," kata Frendy lagi. (*)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved