Jumat, 24 April 2026

Koran Wartakota

Teriakan Balita Inipun Tak Didengar Sang Ibu

"Diduga tali yang ada di kontrakannya itu telah dipakai Novi untuk menjerat leher anaknya itu..."

Editor: Fred Mahatma TIS
PrtSc Warta Kota
KORAN Warta Kota Edisi Senin (13/11/2017). 

WARTA KOTA, KEBON JERUK --- Kasus kekerasan terhadap anak terjadi lagi. Ironisnya, pelaku adalah ibu kandungnya sendiri.

Akibatnya, GW mengembuskan napas terakhir, Sabtu (11/11) petang. Bocah yang baru berusia 5 tahun itu tewas di tangan ibunya sendiri, Novi Wanti (26).

Peristiwa tragis itu terjadi di tempat kos Novi, yakni di Jalan Asem Raya RT 006/8, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

GW tak tertolong jiwanya meski sempat dibawa ke RS Graha Kedoya, Jakarta Barat.

Menurut pemilik rumah kos, Bryan Adam, ia sempat menyaksikan Novi menganiaya anaknya GW.

Bahkan ibu muda itu sempat menyemprot sang anak dengan obat nyamuk.

"Awal mula saya tahu kejadian ini dari teriakan ojek online dan kegaduhan di kamar kos Novi di kamar 203. 'Ya Tuhan.. Ya Tuhan.. Astaga..' itu teriakan itu saya dengar," kata Bryan, Minggu (12/11) kemarin.

"Akhirnya saya pun menuju ke suara gaduh itu. Ternyata memang sudah ramai penghuni dan warga. Di saat itu, Novi terus memukuli dan menyemprot wajah anaknya walaupun warga sudah berada di lokasi," tambah Bryan.

Bryan juga mengaku sempat melihat Novi menampar anaknya dua kali.

Setelah itu, Novi mencegat ojek online yang kebetulan lewat.

Baca: Pembunuhan Balita oleh Ibu Kandung Terjadi Hanya Akibat Korban Mengompol

Baca: Balita Sekarat Diantar Ibunya Sendiri ke Rumah Sakit Naik Ojek Online

"Akhirnya, Novi dan tukang ojek online (Mariono) melarikan GW ke rumah sakit Graha Kedoya," ujar Bryan.

Melihat kondisi GW, dokter di IGD RS Graha Kedoya sempat mempertanyakan hal itu kepada Novi.

"Kala itu, dokter di IGD menanyakan penyebab GW ini terluka. Novi hanya jawab jika ia hanya menyemprotkan cairan serangga ke wajah (GW) serta membekap kepala anaknya dengan kantong plastik. Tidak hanya itu, ia mengaku ke dokter itu bahwa ia memukuli anaknya menggunakan sapu lidi," jelas Bryan.

Luka sekujur tubuh

Menurut tukang ojek online yang membawa GW ke RS, yaitu Mariono, kondisi GW saat dibawa ke RS penuh dengan luka di sekujur tubuhnya....

Kepada awak media, Edi juga mengakui, saat pihaknya melakukan pemeriksaan di kontrakan pelaku, didapatkan sebuah tali rafia.

Diduga Novi menganiaya anaknya dengan menjerat ke leher si bocah dan menamparnya berkali-kali.

"Diduga tali yang ada di kontrakannya itu telah dipakai Novi untuk menjerat leher anaknya itu (GW). Saat ini kami pun tengah memeriksakan sejumlah saksi-saksi ya. Lalu, memang benar kondisi anak itu sendiri kini tewas dan banyak ditemukan luka memar membiru di tubuhnya," kata Edi....

Pernah diusir

Menurut warga sekitar tempat kos, Novi diketahui dikenal tertutup.

"Novi ini saya ngga tahu kok bisa tega pukul dan menampar anaknya berkali-kali. Sebab, si Novi yang tinggal di kamar 203 ini orangnya memang rada tertutup. Enggan berkomunikasi dengan penghuni kos-kosan lain. Novi itu kerjaannya nganter anak yang sering ia aniaya itu ke sekolah setiap pagi. Itu yang saya tahu," terang Bryan Adam, si pemilik kos.

Penganiayaan itu membuatnya kaget....

Sepele

Lalu apa yang membuat Novi gelap mata hingga sering menghajar anak kandungnya? Ternyata, alasannya bisa dibilang sepele. Novi kesal terhadap GW yang seringkali ngompol....

Motifnya karena kesal dengan balitanya, yang seringkali ngompol di celana dan tempat tidur.

Mungkin, hal ini yang seringkali NW (Novi --Red) kesal terhadap GW sehingga menganiayanya sampai tewas di rumah sakit.

"Penganiayaan di kediamannya itu dilakukan dengan cara sabet pakai sapu lidi, cubit, menampar, pukul, hingga menutup wajah anaknya dengan plastik, serta menjerat leher anaknya dengan tali rafia," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Roycke Harry Langie, Minggu (12/11).

Motif pelaku.... (bas) 

BACA selengkapnya di Koran Warta Kota Edisi Senin, 13 November 2017. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved