Breaking News:

Ini Penyebab Putusnya Jalur Kereta Tanahabang - Rangkasbitung

Penyempitan aliran kali di sana diketahui karena banyaknya bangunan liar berdiri di atas turap.

beritatrans.com
ILUSTRASI Air menggenangi rel kereta. 

WARTA KOTA, GAMBIR --- Aliran kali yang menyempit di daerah Bintaro Taman Utara Rt.011/11 Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan ternyata jadi penyebab putusnya jalur kereta api Tanahabang-Rangkasbitung karena genangan air pada Minggu (12/11/2017).

Aliran kali yang terhambat membuat air di saluran air di wilayah sekitar termasuk rel tak bisa terbuang ke kali tersebut.

Akibatnya, air tertahan dan membuat petak rel antara Stasiun Kebayoranlama - Pondok Ranji tergenang air.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) terpaksa memotong perjalanan agar pelayanan bisa tetap dilakukan.

KRL hanya bisa mulai dan sampai Stasiun Sudimara saja dari Rangkasbitung maupun sebaliknya. Imbasnya penumpukan penumpang terjadi di Stasiun Tanahabang sampai pengguna KRL frustrasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemprov DKI Jakarta, Jupan Royter Tampubolon, membenarkan hal tersebut. Penyempitan aliran kali di sana diketahui karena banyaknya bangunan liar berdiri di atas turap.

VP Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia, Eva Chairunnisa, juga membenarkan hal tersebut.

Menurut Eva, bangunan berdiri di atas turap berstatus liar karena berdiri di lahan milik PT KAI.

"Itu lahan milik PT KAI," kata Eva ketika dihubungi Warta Kota, Senin (13/11/2017).

Eva mengatakan, perlu berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk menangani banyaknya bangunan liar di sepanjang turap tersebut.

Bahkan akibat hujan deras yang terjadi sejak pukul 16.00 kemarin, di lokasi penyempitan kali terjadi longsor sekitar pukul 02.00, Senin (13/11/2017) dini hari.

Longsor terjadi karena tanah di lokasi penyempitan terus tergerus debit air kali yang tinggi. Sebanyak empat bangunan hancur akibat longsor itu, tetapi tak ada korban jiwa akibat peristiwa itu.

Penanganan longsor turap sudah rampung, pagi ini. Kini sedang dipikirkan untuk melebarkan aliran kali disana. 

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved