Kerak Telor, Kuliner Legendaris Khas Jakarta yang Rasanya Tak Pernah Berubah
Terdapat dua jenis Kerak Telor, yakni Kerak Telor yang menggunakan telur ayam dan telur bebek.
WARTA KOTA, TAMAN SARI - Siapa yang tidak mengenal makanan bersejarah di Jakarta yang satu ini? Kerak telor namanya.
Apabila Anda memasuki kawasan Kota Tua, khususnya di Taman Fatahillah, banyak sekali penjual Kerak Telor yang menjajakan jualannya di pinggiran pintu masuk Taman Fatahillah.
Kerak Telor sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, dan tercipta secara tidak sengaja dari sekawanan orang Betawi yang tinggal di daerah Menteng, Jakarta.
Baca: Rasakan Atmosfer Berbeda di Penjara Bawah Tanah Museum Fatahillah
Kerak telor terbuat dari beberapa bahan seperti ketan, telur, dan kelapa parut, lalu dimasak menggunakan arang.
Terdapat dua jenis Kerak Telor, yakni Kerak Telor yang menggunakan telur ayam dan telur bebek.
"Saya sudah jualan di sini 10 tahun lebih. Banyak yang suka sama kerak telor. Rasanya ya begini aja lah dari dulu, enggak pernah berubah," ujar Bambang, penjual Kerak Telor di depan Museum Bank Indonesia, Sabtu (11/11/2017).
Baca: Cuma Punya Uang Rp 100 Ribu? Tenang, Anda Tetap Bisa Berwisata di Jakarta
Kerak Telor bisa Anda nikmati dengan harga Rp 10 ribu per porsi.
"Udah susah sekarang nyari Kerak Telor di Jakarta. Makanya saya sengaja ke sini, soalnya di sini emang banyak jajanan khas Jakarta," tutur Asri, salah satu pembeli Kerak Telor. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/museum-fatahillah-di-kota-tua-jakarta-5_20171111_132501.jpg)