Ini Cara PT Telkom Dekati Generasi Z

Sebagai bentuk dukunagan kepada para generasi muda ini PT Telkom meluncurkan program Democracy of Centennial (DOC).

Ini Cara PT Telkom Dekati Generasi Z
istimewa
Untuk mendapatkan banyak ide dari Generasi Z dilahirkan gerakan Democracy of Centennial. SPV Media & Digital Business PT Telkom Indonesia Jodi Hernady (kedua dari kiri) saat jumpa pers di Grand Indonesia, Jumat (10/11). Bersama para brand ambassador Democracy of Centennial diantaranya penyanyi Alika Islamadina, Refal Hady dan Vadie Akbar 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Lilis Setyaningsih

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Sebagai perusahaan telekomunikasi, PT Telkom terus  mengembangkan inovasi dan bertransformasi  untuk menjadi  perusahaan telekomunikasi berbasis digital.

Era digital  sangat erat hubungannya dengan generasi muda. Khususnya generasi milenial dan generasi Z (centennial). Sebagai bentuk dukunagan kepada para generasi muda ini PT Telkom meluncurkan program Democracy of Centennial (DOC). 

“Centennial adalah harapan Indonesia. Dapat dikatakan masa depan Indonesia berada di tangan mereka. Mereka adalah generasi yang dapat membawa Indonesia menjadi lebih jauh berkembang. Kami yakin para generasi centennial memiliki mimpi dan harapan untuk Indonesia,” ujar SPV Media dan Digital Business PT Telkom Indonesia Jodi Hernady kepada wartawan saat press conference Gerakan Democracy of Centennial di CGV Megaplex Grand Indonesia, Jumat (10/11).

Democracy of Centennial (DOC) adalah wadah berupa ide yang diharapkan datang dari para generasi Z  untuk kemajuan Indonesia. Ide-ide itu khususnya mengenai apa keinginan para generasi Z ini untuk Indonesia tahun 2045 atau seabad kemerdekaan Indonesia.

Nantinya ide kreatif akan dikurasi oleh para expert di dunia perfilman Tanah Air. Ide kreatif tersebut terbagi dari beberapa kategori sesuai dengan keinginan masing-masing peserta yakni ide cerita, art work/future design, musik, fotografi, fashion design, animasi, karakter, dan masih banyak lagi.

PT Telkom Indonesia bermitra dengan Right Hand Indonesia untuk memproduksi sebuah film layar lebar, dimana content pada film tersebut beradal dari ide-ide, mimpi, dan harapan anak muda Indonesia. “Kita ajak untuk memberikan ide-ide. Bila telah terkumpul akhir Januari bisa terkumpul semuanya.  Setelah terkumpul 2 bulan kemudian bisa diproduksi ke layar lebar. Pembuat ide-ide itu bisa saja diajak untuk bermain di film tersebut,” ujar Jodi.

Aktor Refal Hady di kesempatan yang sama memberikan ide pada krisis energi. Menurutnya krisis energi tersebut bisa diatasi dengan proyek dari sumber daya alam yang ada di Indonesia. Seperti  arus laut, sinar matahari, dan angin.

Generasi milenial atau generasi Y adalah generasi dengan rentang kelahiran antara tahun 1980 sampai dengan tahun 1995. Berbeda dengan generasi Z (centennial) yang memiliki rentang kelahiran tahun 1995 sampai 2011. Generasi Z adalah generasi digital. Generasi yang berpikiran terbuka, dan generasi yang diharapkan dapat menjadi pemimpin serta merubah wajah Indonesia menjadi lebih baik.

Menurut Jodi, generasi centennial atau generasi Z sangat identik dengan industri digital. Dapat dikatakan, mereka adalah generasi pertama yang sejak lahir telah mengenal internet. “Generasi Z adalah market utama industri digital masa depan. Telkom terus berinovasi dan bertransformasi untuk menjadi perusahaan telekomunikasi berbasis digital demi membawa pengalaman baru khususnya bagi generasi Z yang haus akan kebutuhan internet baik sebagai media hiburan, kebutuhan komunikasi, kebutuhan akan informasi yang mudah serta cepat  dan lainnya,” ujarnya. Selain itu, transformasi Telkom Indonesia menjadi perusahaan telekomunikasi berbasis digital adalah untuk mendukung target Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Tertarik mengikuti kompetisi ini dan menjadi bagian dari perubahan? Cukup upload  ide ke expose.uzone.id. Follow dan tag @thedocproject dan 2 teman menggunakan tagar #doc #neverbefore #telkomdigital. Dan nantinya ide itu akan tertuang  sebagai film tentang satu abad Indonesia like never before. (*)

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved