Taman Surawisesa Dibangun karena Banyak Anak yang Cepat Jadi Dewasa
Taman yang berlokasi persis di sebelah Taman Sri Baduga itu katanya akan menampilkan sejumlah pertunjukan dari anak-anak untuk anak.
WARTA KOTA, PALMERAH -- Perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial yang kini mudah dijangkau anak-anak diungkapkan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mempengaruhi kepribadian anak saat ini.
Anak-anak katanya menjadi dewasa, sementara kalangan dewasa justru berperilaku seperti anak-anak yang berujung pada memburuknya hubungan sosial di antara keduanya.
Oleh karena itu, pihaknya melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta serta Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Purwakarta membangun sebuah taman edukasi bernama Taman Surawisesa.
Taman yang berlokasi persis di sebelah Taman Sri Baduga atau Air Mancur Menari itu katanya akan menampilkan sejumlah pertunjukan dari anak-anak untuk anak.
Sehingga diharapkannya kepribadian anak dapat berubah, Anak-anak bersikap layaknya seorang anak pada umumnya, begitu juga dengan orang dewasa.
"Alasan mengapa Taman Surawisesa ini dibangun adalah sebagai ruang edukasi. Karena jika melihat fenomena sekarang ini, perkembangan teknologi telah membuat anak-anak seperti orang dewasa dan orang dewasa seperti anak-anak," paparnya dalam siaran tertulis saat peresmian Taman Surawisesa di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Selasa (7/11/2017) malam.
Lebih lanjut diungkapkannya, taman yang juga dikenal dengan nama Taman Film itu akan menampilkan sejumlah film edukasi pada Jumat malam setiap pekan.
Tanpa dipungut biaya, anak-anak dapat berkumpul dengan orangtuanya ataupun dengan pengajar sebagai ruang komunikasi terbuka.
"Saya juga kasih ruang kepada pelajar yang bisa bikin film pendek untuk membuat film pendek sendiri. Nantinya, film itu akan diputar dan ditonton bersama di sini, jadi semua orang bisa lihat bagaimana kreasi anak-anak Purwakarta. Sayembara pembuatan film pendidikan juga dibuka bagi seluruh siswa Purwakarta, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA," jelasnya.
"Nanti saya akan cari juri terbaik yang akan menilai karya-film pendek yang paling bagus. Film pendek itu nanti akan dilombakan di bulan Desember, pemenangnya akan mendapatkan hadiah, untuk juara pertama hadiahnya Rp 20 juta, juara dua Rp 15 juta dan juara tiga Rp 10 juta," tambahnya.
Kritik
Walau dinilai sangat bagus dan modern, sejumlah kritik tetap dilontarkannya ketika meninjau Taman Surawisesa saat ini.
Kritik tersebut antara lain, jarak antara layar dengan kursi penonton yang dinilainya terlalu jauh, jumlah kursi serta kelengkapan edukasi harus ditambah.
"Taman film ini sudah bagus, tapi kritik dari saya, jarak antara layar dan tempat duduk terlalu jauh, kursi juga harus ditambah, kelengkapannya juga harus dilengkapi lagi fasilitasnya, sehingga taman film ini menjadi ruang edukasi bagi anak," jelasnya.
"Nanti jangan ada lagi orang dewasa yang menggunakan taman ini lagi ke depannya. Karena taman ini hanya untuk anak-anak. Kalau masih ada orang dewasa menggunakan taman ini berarti kekanak-kanakan. Boleh orangtua kalau mau datang ke sini, tapi mendampingi anak," tutupnya menambahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20171108-taman-surawisesa_20171109_082705.jpg)