Pengelolaan Sampah di Pasar Jakbar Jadi Prioritas untuk Raih Adipura

Selain Bank Sampah Induk Satu Hati, pihak Sudin LH juga memrioritaskan pengelolaan sampah di pasar tradisional.

Warta Kota/Bintang Pradewo
Edy Mulyanto, Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat 

WARTA KOTA, KEMBANGAN -- Dalam meraih penghargaan Adipura, Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat menonjolkan pengelolaan sampah di beberapa lokasi.

Selain Bank Sampah Induk Satu Hati, pihak Sudin LH juga memrioritaskan pengelolaan sampah di pasar tradisional.

Edy Mulyanto, Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, menjelaskan, tujuh pasar tradisional yang telah memiliki fasilitas BSU di Jakarta Barat di antaranya Kopro, Grogol, Jembatan Lima, Jembatan Dua, Puri, Ganefo dan Pos Pengumben.

"Di wilayah Jakarta Barat, saat ini, telah memiliki 157 BSU dan 1 Bank Sampah Induk (BSI)," ujarnya, Rabu (8/11/2017).

Pihaknya pun akan terus menambah bank sampah unit (BSU) di seluruh pasar tradisional. "Total ada tujuh BSU yang beroperasi dari total 26 pasar tradisional. Kami menargetkan hingga akhir 2017, seluruh pasar sudah tersedia fasilitas bank sampah," ungkapnya.

Selain menambah fasilitas BSU, lanjut Edy, Sudin LH Jakarta Barat juga gencar mensosialisasikan kepada warga seputar pemilahan sampah organik, non organik dan B3.

"Warga khususnya yang tinggal di pemukiman padat masih belum melakukan pemilahan dari rumah tinggal atau membuang ke tiga tong sampah pemilah yang telah tersedia," tuturnya.

Ia menambahkan, omset BSI Jakarta Barat saat ini telah mencapai Rp 896 juta. Sedangkan, sampah non organik yang dijual sebanyak 5,6 ton seharga Rp 12 juta.

"Kami menargetkan tahun 2020 mendatang, BSI Jakarta Barat mampu menjual sampah 20 ton sehari," katanya.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved