Breaking News:

Pasca Penangkapan Pangeran dan Menteri Arab Saudi, Posisi Putra Mahkota Makin Solid

Langkah 'menepikan' Pangeran Miteb ini amat penting karena kini Pangeran Mohammed bin Salman mengendalikan seluruh institusi keamanan negeri itu

Kompas.com
PANGERAN Mohammed bin Salman bersama Direktur IMF Christine Lagarde. 

WARTA KOTA, RIYADH --- Satu hal yang pasti dari gelombang penangkapan para pangeran dan reshuffle kabinet Arab Saudi adalah semakin kokohnya posisi putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman, yang belakangan sering disebut MBS.

Salah satu tokoh berpengaruh yang diberhentikan dari jabatannya adalah Pangeran Miteb bin Abdullah yang sebelumnya menjabat menteri garda nasional.

Pangeran Miter digantikan Khaled bin Ayyaf sementara menteri perekonomian Adel Fakieh dicopot dan digantikan wakilnya Mohammed al-Tuwaijiri.

Pangeran Miteb, putra kesayangan almarhum Raja Abdullah, sempat digadang-gadang menjadi calon kuat pewaris tahta Saudi sebelum kemunculan Pangeran Mohammed bin Salman yang mengejutkan dua tahun lalu.

Baca: Penahanan 11 Pangeran di Arab Saudi Gara-gara Korupsi, Ini Kemungkinan Lainnya

Posisi Pangeran Miteb ini amat diperhitungkan karena dia mewarisi kendali garda nasional, sebuah pasukan elite dalam negeri yang dibangun dari unit-unit kesukuan, yang dibangun sang ayah berpuluh tahun lalu.

Pangeran Miteb juga merupakan anggota terakhir keluarga Raja Abdullah yang masih memegang posisi penting dalam struktur pemerintahan Saudi.

Langkah 'menepikan' Pangeran Miteb ini amat penting karena kini Pangeran Mohammed bin Salman mengendalikan seluruh institusi keamanan negeri itu yang sejak lama dipimpin secara terpisah oleh sejumlah tokoh penting.

Mohammed bin Salman (32) saat ini sudah menjabat sebagai menteri pertahanan dan pada Juni lalu dinobatkan menjadi putra mahkota menggeser saudara sepupunya yang lebih tua Pangeran Mohammed bin Nayef.

Selain itu, Mohammed bin Salman juga menempati posisi Pangeran Mohammed bin Nayef sebagai menteri dalam negeri sekaligus menjadi pengendali pasukan milik kementerian itu.

Baca: 11 Pangeran, Termasuk Pemilik Twitter, dan Empat Menteri Arab Saudi Ditahan

Dalam bidang politik luar negeri Mohammed bin Salman bertanggung jawab atas keterlibatan Arab Saudi dalam perang di Yaman, menciptakan kebijakan energi dengan implikasi global, dan merencanakan masa depan Saudi agar tak bergantung pada hasil minyak bumi.

Sementara menteri perekonomian baru Mohammed al-Tuwaijri adalah mantan pilot AU Arab Saudi dan mantan direktur eksekutif HSBC Timur Tengah.

Tuwaijiri akan memimpin kementerian perekonomian untuk menjalankan privatisasi aset-aset pemerintah Saudi yang bernilai hingga 200 miliar dolar AS. (Ervan Hardoko)

Artikel ini diunggah juga di Kompas.comPosisi Putra Mahkota Arab Saudi Kian Kuat Usai Gelombang Penangkapan

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved