Legislator: Polisi Harus Bawa Kasus Manulife Indonesia ke Kasus Pidana Selain Perdata

Dalam perjanjian itu tercantum kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan asuransi.

Legislator: Polisi Harus Bawa Kasus Manulife Indonesia ke Kasus Pidana Selain Perdata
Antara
Gus Irawan Pasaribu 

WARTA KOTA, BOGOR - Mantan Wakil Ketua Komisi X DPR Gus Irawan Pasaribu, mengatakan, isi perjanjian kontrak tidak boleh dimanipulasi untuk menghindari kewajiban.

Baca: Hampir Setahun Klaim Asuransi ke PT Asuransi Jiwa Manulife Tidak Dibayarkan

Dalam perjanjian itu tercantum kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan asuransi.

Legislator Fraksi Partai Gerindra ini meminta Mabes Polri untuk menindaklanjuti laporan warga soal klaim asuransi Polis Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.

Baca: Soal Asuransi Ditolak, Setelah Disomasi Manulife Indonesia Terancam Dilaporkan Ke Polisi

"Kepolisian diimbau untuk memproses secepatnya kasus Polis Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Nomor 4263400089 atas nama S.K Johny itu. Polisi bisa membawa kasus tersebut ke wilayah pidana karena sudah jelas ada pihak yang dirugikan oleh Manulife Indonesia. Jangan ke perdata, kasihan prosesnya memakan waktu. Langsung saja pidanakan, apalagi sudah lakukan illegal transfer tanpa lebih dulu ada persetujuan," tekan mantan Direktur Utama Bank Sumut ini, Jumat (3/11/2017).

Baca: PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Awal perkara ini, ketika terbit Polis Asuransi Jiwa Manulife atas nama S.K Johny pada 30 Oktober 2014 dengan ketentuan pembayaran premi per tahun sebesar USD 27.664 dan uang pertanggungan sebesar USD 500.000.

Baca: Cewek Ini Jadi Mira (Milik Ramai-Ramai), Suaminya Ada Tiga orang, Dua Satu Ranjang

Hampir dua tahun berjalan, tepatnya Selasa 11 Oktober 2016, pemegang Polis atas nama S.K Johny wafat.

Halaman
12
Penulis: Adi Kurniawan
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved