Ini Tanggapan UI, Setelah Pelajari Penelitian Setara Institute soal Radikalisme di Kampus

UI telah menerima dan membaca dengan seksama terkait ringkasan hasil penelitian yang dilakukan oleh Setara Institute.

Ini Tanggapan UI, Setelah Pelajari Penelitian Setara Institute soal Radikalisme di Kampus
FKPT Center.com
Ilustrasi: Pengajar Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia, Dr Muhammad Syauqillah tampil sebagai nara sumber dalam acara Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di Kampus Universitas Negeri Surabaya Rabu. 

WARTA KOTA, DEPOK - Kepala Humas dan Komunikasi Informasi Publik Rifelly Dewi Astuti mengatakan, pihaknya telah menerima dan membaca dengan seksama terkait ringkasan hasil penelitian yang dilakukan oleh Setara Institute yang berjudul “Potret Intoleransi dan Potensi Radikalisme di Bogor dan Depok.”

Berdasarkan hasil penelitian itu, di sejumlah pemberitaan disebutkan bahwa masjid di kampus UI Depok menjadi cikal bakal radikalisme.

"Setelah kami menerima dan membacanya, penelitian ini memberikan gambaran terkait kondisi dinamika keagamaan, intoleransi, dan potensi radikalisme di Kota Depok dan Kota Bogor. Di dalam studi tersebut, Setara Institute tidak ada menyebutkan bahwa Masjid kampus Depok sebagai sarang radikalisme sebagaimana dimuat di sebuah portal berita online tertanggal 1 November 2017," kata Rifelly, Kamis (2/11/2017) malam.

Melainkan kata dia, studi Setara Institute menyebutkan bahwa masjid di Kampus menjadi salah satu Pusat Kegiatan Keagamaan di Kota Depok.

Sebagai perguruan tinggi, tambah Rifelly, UI berkomitmen untuk menjaga keutuhan NKRI dengan memerangi intoleransi dan radikalisme serta menentang setiap potensi aksi terorisme di dalam kampus baik itu dari aktivitas mahasiswa dan sivitas akademika UI lainnya maupun aktivitas organisasi resmi yang berada di bawah naungan UI.

"Hal ini sejalan dengan Deklarasi UI yang dikumandangkan oleh Rektor UI beserta segenap pimpinan dan sivitas akademika UI pada 1 Juni 2017," katanya.

Bahwa di antaranya, kata Rifelly, pertama UI berkomitmen untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika, kesatuan bangsa dan negara, serta memelihara kerukunan, keadilan, kesejahteraan, dan keragaman masyarakat Indonesia.

Selaras dengan misi UI, yaitu menciptakan komunitas yang inklusif, berdasar pada adab, kepercayaan, integritas, saling menghargai, dan menjunjung tinggi kebhinnekaan dalam lingkungan yang aman dan bersahabat.

"Kedua, UI akan menindak tegas setiap warga UI yang melakukan tindakan provokasi yang mengarah pada radikalisme dan memecah belah bangsa sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku," katanya.

Terkait pemberitaan yang seolah mengasumsikan bahwa Masjid di kampus UI adalah sarang radikalisme, kata Rifelly, maka bersama ini pihaknya menyampaikan dengan tegas tanggapan Ketua Pengurus Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia (Masjid UI) Abdul Mutaali, terkait pemberitaan laporan Penelitian yg dirilis oleh Setara Institute.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved