Rabu, 29 April 2026

Belajar Melawan Pikun, Alzheimer Belanda ke Panti Sosial Tresna Werdha

Pengurus Yayasan Alzheimer Indonesia wilayah Belanda berkunjung ke Panti Sosial Tresna Werdha dan berdiskusi tentang upaya mengatasi kepikunan.

Kunjungan pengurus Yayasan Alzheimer Indonesia wilayah Belanda ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3. 

WARTA KOTA, CIPAYUNG-Alzheimer Indonesia wilayah Belanda bertatap muka dengan pengurus Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 milik Dinas Sosial DKI Jakarta.

Mereka berdiskusi tentang ancaman alzheimer atau demensia bagi warga lanjut usia.

Kunjungan tersebut disampaikan Kepala Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3, Marjito merupakan bentuk kepedulian Yayasan Alzheimer Indonesia wilayah Belanda yang menemukan banyak warga Belanda lanjut usia terlantar saat ini. Penyebabnya karena alzheimer atau kepikunan.

"Mereka ada yang lupa alamat rumah, bahkan ada yang minta makan padahal sebelumnya sudah makan. Ini jadi tanda-tanda alzheimer," ujar Marjito dalam siaran tertulisnya pada Kamis (2/11/2017).

Ia melanjutkan, perlu ada sosialisasi terkait penanganan alzheimer. Digambarkannya seperti di DKI Jakarta, pihaknya kerap menemukan lansia telantar di jalanan Jakarta. Sehingga, mereka pun harus dibawa dan dirawat di panti khusus lansia.

"Di DKI sudah ada pasukan ungu yang terdiri dari relawan dan petugas P3S Dinas Sosial yang akan menyelamatkan mereka di jalanan," kata Marjito.

Namun, upaya tersebut tidak selesai begitu saja karena harus ada sosialisasi bagi warga agar mengetahui tanda-tanda alzheimer dan penanganannya.

Dengan begitu, lansia yang terindikasi alzheimer tidak hilang dari rumah dan telantar di jalanan.

Panti bekerjasama dengan Alzheimer Indonesia wilayah Belanda untuk dapat berbagi pengetahuan dalam menangani alzheimer.

Sementara itu, Amalia, koordinator Alzheimer Indonesia wilayah Belanda mengemukakan, kunjungan ini sebagai kerjasama awal untuk membangun hubungan selanjutnya.

"Kami ingin ini menjadi hubungan yang panjang. Alzheimer Indonesia wilayah Belanda ini akan menjembatani Indonesia untuk ke Eropa," ungkap Amalia.

Selain itu, pihaknya berharap agar kerjasama ini bisa konsisten terus menerus. Tidak hanya sebatas kunjungan semata namun ada kegiatan yang bermanfaat khususnya bagi lansia.

Pihaknya juga akan membawa permasalahan-permasalahan yang terjadi di Indonesia ke Eropa. Sehingga akan ada kerjasama dengan Eropa dalam mengatasi permasalahan alzheimer di Indonesia.

"Kami berharap ada ide-ide dan masukan dari pemerintah yang disampaikan ke kami. Nanti masukan itu akan kami coba bawa melalui gambar dan video-video itu ke Eropa," ujar Amalia.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved