Minggu, 10 Mei 2026

Registrasi SIM Card Prabayar Gagal Terus, Grapari Cijantung Dipenuhi Pelanggan

Registrasi ulang SIM card seluler prabayar yang diwajibkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), memicu kegalauan masyarakat.

Tayang:
WARTA KOTA/DWI RIZKI
Warga memenuhi Grapari Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (1/11/2017), untuk mendaftarkan SIM card seluler prabayar. 

WARTA KOTA, PASAR REBO - Registrasi ulang SIM card seluler prabayar yang diwajibkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), memicu kegalauan masyarakat.

Bukan hanya informasi simpang siur yang beredar, gagalnya proses daftar ulang juga memicu penuhnya gerai operator seluler di ibu kota, Rabu (1/11/2017) hari ini.

Salah satu pemandangan tersebut terlihat di Grapari Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Walau jarum jam masih menunjukkan pukul 09.00 WIB, antrean sudah mencapai puluhan orang. Pelanggan yang datang pun terlihat memenuhi ruang tunggu hingga ke bagian luar ruangan.

Baca: Pemilik Kartu Prabayar Harus Registrasi Ulang, Menkominfo: Prosesnya Tak Lebih dari Semenit

Sebagian besar pelanggan mengaku hendak mengurus daftar ulang SIM card prabayar pribadi. Sebab, berdasarkan informasi yang beredar, selepas tanggal 31 Oktober 201, daftar ulang tidak lagi bisa dilakukan lewat SMS, tetapi harus dilakukan langsung di gerai operator seluler.

"Kan infonya begitu, makanya saya dateng. Saya pikir dateng pagi masih sepi, tahunya udah rame," ungkap Ummi Ismail (44), warga Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, ditemui di Grapari Cijantung, Graha Cijantung Mall, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu.

Handoyo (54)m warga Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timurm juga mengaku datang ke Grapari untuk mengurus daftar ulang kartu Simpati miliknya. Dirinya mengaku kebingungan lantaran berbagai cara telah ditempuh untuk mendaftarkan kartu ponselnya.

Baca: Begini Penampakan Hujan Es di Depok Kemarin

"Ini sama anak saya udah diakalin (daftarkan) berkali-kali, lewat SMS, lewat internet (website Telkomsel), tapi enggak bisa-bisa. Jangan sampe nomornya mati (terblokir) cuma gara-gara beginian (daftar ulang), bisa repot sodara di kampung," ungkapnya sembari menunjukkan fotokopi Kartu Keluarga (KK) miliknya.

Petugas Kebersihan Jadi Customer Service

Walau antrean sudah mencapai puluhan nomor dan pelanggan memenuhi ruang tunggu, hanya terdapat dua orang di empat meja customer service yang tersedia.

Beragam pertanyaan yang dilontarkan pengunjung justru dijawab seorang petugas kebersihan yang tengah membersihkan kaca dan menyapu lantai ruangan.

Walau tidak mengenakan seragam layaknya customer service, penjelasan yang disampaikan mulai dari nomor antrean yang berlangsung, daftar ulang SIM card, persyaratan penukaran kartu SIM 3G menjadi 4G dan beberapa layanan telkomsel lainnya, terlihat lugas disampaikan.

Baca: Pertemuan Dua Keluarga Tak Membuahkan Hasil, Nafa Urbach dan Zack Lee Sepakat Bercerai

Sebagian besar pengunjung yang datang terlihat puas mendengar penjelasan perempuan itu. Bahkan, beberapa pengunjung terlihat mengembalikan nomor antrean dan memutuskan untuk mendaftar ulang SIM card secara mandiri.

"Jadi sebenarnya gampang, tinggal SMS aja, di twitter ada caranya, beda-beda emang operatornya, kalau Telkomsel gampang, tinggal ketik ULANG spasi Nomor KTP#Nomor Kartu Keluarga#. Gampang kan," jelasnya. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved