Soal Asusila Gatot Brajamusti, Dasarnya Suka Sama Suka

Kuasa hukum Gatot Brajamusti mengatakan, tudingan asusila tidak dapat dilontarkan karena apa yang dilakukan kliennya atas dasar suka sama suka.

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Max Agung Pribadi
Gatot Brajamusti di depan sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, AMPERA-Kuasa hukum Gatot Brajamusti, Achmad Rifai menegaskan bahwa dugaan tindak pidana asusila yang dituduhkan kepada kliennya tidak dapat diproses hukum. Sebab, apa yang dilakukan kliennya dengan korban (CT) dasarnya sama-sama ingin melakukan.

"Kalau soal asusila, yah gimana mereka melakukan sama-sama mau dan memiliki status saat melakukan," ucap Achmad Rifai seusai sidang putusan sela yang diselenggarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (31/10/2017).

"Pidana asusila kan bisa kena kalau misal Gatot tidak kenal dengan korban (CT) terus memaksa untuk berhubungan. Kalau ini kan tidak," tuturnya.

Rifai menambahkan, ia juga meminta agar agenda kesaksian persidangan dengan materi dugaan tindak pidana asusila dibuka untuk umum.

"Karena memang kita ingin lihat, ini benar tindak pidana yang real atau memang ada indikasi dibuat-buat. Karena soal asusila yah mereka tuh punya hubungan istimewa," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak semua eksepsi terdakwa Gatot Brajamusti (55) dan kuasa hukumnya 

Selain dugaan kepemilikan senpi ilegal dan satwa langka, Gatot juga didakwa melakukan tindak pidana asusila terhadap korban yang bernama CT. Eksepsi Gatot dalam kasus itu pun ditolak majelis hakim.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved