Demo Buruh Tak Akan Pengaruhi Keputusan Gubernur Soal UMP 2018

Demo buruh dinilai tak akan banyak mempengaruhi keputusan gubernur terkait besaran upah minimum provinsi DKI Jakarta (UMP), Selasa (1/11).

Warta Kota/Henry Lopulalan
Massa buruh berunjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Upah Kerja Layak Sedunia di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

WARTA KOTA, GAMBIR -- Demo buruh dinilai tak akan banyak mempengaruhi keputusan gubernur terkait besaran upah minimum provinsi DKI Jakarta (UMP), Selasa (1/11/2017).

"Memang ada rencana para buruh akan berdemo di Balaikota DKI besok," kata anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari unsur pengusaha, Sarman Simanjorang ketika dihubungi Wartakotalive.com, Senin (30/10/2017).

Sarman cukup yakin Gubernur DKI, Anies Baswedan akan menetapkan UMP sesuai PP 78 tahun 2015.

Terkait besaran UMP yang diajukan dewan pengupahan ke gubernur memang terbelah jadi 3 skema.

Skema pertama dan kedua berpihak ke pengusaha. Sedangkan skema ke-3 berpihak ke buruh.

Tapi, kata Sarman, skema ke-2 yang paling masuk akal sebab paling sesuai dengan PP 78 tahun 2015.

Skema ke-2 mengusulkan agar UMP 2018 sebesar Rp 3.648.035. Dihitung dari UMP berjalan dikalikan pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional sebesar 8,71%.

Sedangkan skema ke-3 dihitung sendiri oleh unsur buruh di dewan pengupahan.

Skema ke 3 mengajukan kenaikan UMP sampai Rp 3.917.398.

Angka itu dihitung berdasarkan angka kebutuhan hidup layak (KHL), yaitu kontrakan/sewa rumah yang tadinya 850.000 menjadi 1juta, transportasi dari Rp 450.000 menjadi Rp 600.000 dan listrik dari Rp 175.00 menjadi Rp 300.000, kemudian dikalikan pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional sebesar 8,71%. Sehingga angka yang didapat Rp 3.917.398.

"Jadi unsur buruh menginginkan angka yang hasil hitungan mereka yang dipilih gubernur. Ya tak apa-apa sih," kata Sarman.

Namun, Sarman menilai yang paling pas menjadi UMP 2018 memang sebesar Rp Rp 3.648.035.

Dengan angka itu, kata Sarman, maka akan membuat segalanya kondunsif baik bagi pengusaha maupun buruh.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved