Tanah Abang Kembali Semrawut, Haji Lulung: Hoax Itu

Tidak hanya manis di bibir, ucapan pria yang akrab disapa Haji Lulung terbukti lewat akun twitternya @halus24.

Tanah Abang Kembali Semrawut, Haji Lulung: Hoax Itu
Twitter @halus24
Suasana di sekitar kawasan Pasar Tanah Abang yang diunggah Abraham Lunggana di akun Twitternya. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Kabar tentang kondisi kawasan Pasar Tanah Abang yang semrawut, bukan hanya menyibukkan jajaran Pemerintah Kotamadya Jakarta Pusat, tetapi juga disoroti Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana.

Penguasa Tanah Abang itu gerah karena kabar yang diberitakan bohong.

"Jangan percaya, hoax itu," ujarnya setengah berteriak, saat dihubungi, Kamis (26/10/2017).

Suasana di sekitar kawasan Pasar Tanah Abang yang diunggah Abraham Lunggana di akun Twitternya.
Suasana di sekitar kawasan Pasar Tanah Abang yang diunggah Abraham Lunggana di akun Twitternya. (Twitter @halus24)

Pria yang dikenal sebagai pemersatu etnis di kawasan Tanah Abang itu mengaku telah menyebar anak buahnya untuk melaporkan secara langsung kondisi Tanah Abang setiap jam, khususnya ketika puncak ramai perdagangan. Namun, kabar tentang semrawutnya Tanah Abang tidak kembali ditemukan.

"Anak-anak udah saya sebar, lu liat langsung poto, semuanya dilaporin ke saya. Saya langsung taro (posting) di twitter kondisi real-nya (terkini) gimana," ungkapnya.

Tidak hanya manis di bibir, ucapan pria yang akrab disapa Haji Lulung terbukti lewat akun twitternya @halus24.

Suasana di sekitar kawasan Pasar Tanah Abang yang diunggah Abraham Lunggana di akun Twitternya.
Suasana di sekitar kawasan Pasar Tanah Abang yang diunggah Abraham Lunggana di akun Twitternya. (Twitter @halus24)

Dalam postingannya pada Rabu (25/10/2017) kemarin, empat buah foto yang diunggah tidak menunjukkan adanya kesemrawutan. Kondisi Jalan Fachrudin, tepatnya di seberang Stasiun Tanah Abang maupun trotoar, terlihat lengang.

"Saya mencoba memfoto kondisi terbaru pada rabu tgl 25 oktober 2017 jam 09.00 wib, di jalan jati baru raya, mari bersama lawan berita hoax," tulisnya dalam akun twitter.

"Jadi hoax, tapi kalau memang ada PKL, jangan jadi bar-bar (arogan), pakaiannya dibalikin. Yang disita hangarnya aja, gantungannya. Kasian orang dagang, bisa juga dia utang sama orang," tuturnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved