Sandi Tantang Jakpro Percepat Pembangunan Infrastruktur Jelang Asian Games

Sandi menantang Jakpro untuk bekerja lebih cepat, menyelesaikan seluruh pembangunan ketiga infrastruktur tersebut di luar target pencapaian.

Sandi Tantang Jakpro Percepat Pembangunan Infrastruktur Jelang Asian Games
Sandiaga Uno saat ditemui wartawan di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat (6/5/2016).(Kompas.com/Kurnia Sari Aziza) 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Walau belum menginjak sebulan menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno mengaku telah mengamati sejumlah pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta.

Tidak terkecuali pembangunan sejumlah infrastruktur jelang Asian Games yang tengah dikerjakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) saat ini. 

“Pertama Velodrome yang dilakukan Jakpro, Equestrian Park yang dilakukan Pulomas juga subsidiary dari Jakpro, dan ketiga LRT (Light Rail Transit),” kata Sandiaga di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (26/10).

Berdasarkan penilaiannya, progres pembangunan ketiga infrastruktur ikonik tersebut masih sesuai dengan jadwal.

Karena itu, dirinya menantang Jakpro untuk bekerja lebih cepat, menyelesaikan seluruh pembangunan ketiga infrastruktur tersebut di luar target pencapaian.

“Kami ingin ini bisa ada percepatan, karena menghadapi musim hujan pasti akan tertunda, apalagi ada kemacetan di wilayah situ (proyek LRT). Jadi kalau ada kemungkinan tertunda sedikit, tidak akan membahayakan progres persiapan di Asian Games Agustus 2018,” ungkapnya beralasan.

Lebih lanjut dipaparkannya, pembangunan Equestrian Park di Pulomas, Jakarta Timur dapat selesai tepat waktu, yakni Desember 2017, sebab uji coba sudah mulai dilakukan pada pertengahan bulan Oktober lalu. Sedangkan, pembangunan Velodrome yang ditargetkan selesai pada bulan Mei 2018 mendatang, dirinya menantang pembangunan harus selesai sebulan sebelumnya, yakni April 2018.

“Untuk Velodrome, pak Satya (Dirut Jakpro) menargetkan Mei 2018 saya me-challenge dengan inovasi rekayasa, lebih awal April 2018. LRT rencananya 13 Agustus soft opening saya challenge kalau bisa akhir Juli (selesai),” kata dia.

Meski menantang agar melakukan percepatan, Sandi berpesan agar Jakpro tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan, bersamaan dengan penggunaan anggaran yang tetap mengacu perencanaan. "Tetap safety dan on budget, jangan karena dikejar target jadi lalai semuanya," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakpro, Satya Heragandhi mengungkapkan, progres pembangunan Velodrome lebih cepat dari jadwal, yakni sudah sekitar 70 persen. Sedangkan Equestrian Park sudah mencapai progres sebesar 86 persen dari target penyelesaian.

Dirinya justru khawatir pada pembangunan LRT Kelapa Gading-Rawamangun. Walau pembangunan bulan September lalu lebih cepat dibandingkan target penyelesaian, keterlambatan pembangunan justru terjadi pada bulan Oktober lantaran  curah hujan yang tinggi.

“Begitu musim hujan tiba, mobilisasi menjadi lebih berat. Tadi disampaikan kepada gubernur dan wakil gubernur, bagaimana langkah yang diperlukan untuk bisa tetap tune in (sesuai jadwal) pada schedule yang sudah ditentukan,” jelas Satya.

Belum ada strategi khusus untuk mengejar ketertinggalan pembangunan LRT. Namun Satya bilang, iya menargetkan untuk mengejar ketertinggalan sebanyak dua persen selama sebulan ke depan.

“Tentunya kita sepakat itu tidak sekadar bilang iya, tapi ada hitungan, yang juga akan kita carikan jalannya. Jadi safe kita akan tambah dan alat-alat di lapangan,” tutupnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved