Saatnya Warung Sembako Lebih Diberdayakan

Warung sembako tak hanya penyedia terdekat kebutuhan warga tapi juga penopang ekonomi keluarga pemilik warung sehingga harus diberdayakan.

Saatnya Warung Sembako Lebih Diberdayakan
Rangga Baskoro
Ilustrasi pedagang warung kelontong. 

WARTA KOTA, KUNINGAN-Keberadaan warung sembako tidak hanya menjadi penyedia terdekat kebutuhan warga tapi juga penopang perekonomian keluarga pemilik warung.

Sayangnya warung sembako sederhana ini sulit berkembang ke arah yang lebih maju lagi.  Kesulitan modal menjadi salah satunya.

Hal ini karena 80 persen pembeli ke warung sembako sederhana dengan mengutang. Tapi pemilik warung harus membayar cash pada agen untuk membeli sembako.

Ketua Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) Sharmila Yahya mengatakan, warung sembako biasanya dikelola oleh ibu-ibu.  

Hasil dari warung untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan untuk biaya sekolah anak-anaknya.

“Masih bisa survive walaupun 80 pembeli ngutang. Padahal  untuk mendapatkan hutang susah tapi beri hutang kepada pembeli,” ujar Sharmila  saat peluncuran Gelar 1000 Agen sembako di Aula Kementerian Koperasi, Rabu (25/10). Namun, Pemerintah belum memberikan perhatian kepada warung-warung ini.

Kasubdin Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jakarta Utara Arvian mengakui warung memang belum tersentuh Pemerintah. Padahal menjadi penyokong ekonomi keluarga.

Ia mengatakan,  setiap Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dibangun, dilakukan pendataan termasuk keberadaan warung.

Ternyata dalam radius 200 meter dari RPTRA, jumlah  warung sudah mencapai 6000. Kalau keseluruhan dengan radius yang lebih  luas, tentu jumlahnya lebih banyak.

“Warung juga banyak yang bangkrut ketika anak atau suaminya ambil rokok sebungkus dari warung. Padahal itulah keuntungan yang didapat, jadi hari itu sudah tidak dapat untung. Kalau berulang terus apalagi jumlahnya semakin banyak, lama-lama bangkrut kehabisan modal,” kata Arvian di kesempatan yang sama.

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved