Setahun Lebih, Aset TPST Bantargebang Belum Diserahkan ke DKI

Meski TPST Bantargebang sudah diambil alih DKI Jakarta sejak Juli 2016 lalu, aset tersebut belum diserahkan ke Ibu Kota.

Setahun Lebih, Aset TPST Bantargebang Belum Diserahkan ke DKI
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Puluhan truk sampah DKI Jakarta mengantre di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (20/7) siang. 

WARTA KOTA, BEKASI - Meski Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sudah diambil alih DKI Jakarta sejak Juli 2016 lalu, aset tersebut belum diserahkan ke Ibu Kota.

Alasannya, pengelola yang lama yakni PT Godang Tua Jaya (GTJ) dan PT Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) masih menginventarisir aset tersebut.

“Kita sudah berupaya agar penyerahan aset itu cepat selesai, namun terdapat kendala soal administrasi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji pada Rabu (25/10/2017).

Menurut dia, sebetulnya ada masalah yang belum diselesaikan antara dua perusahaan, GTJ dengan NOEI.

Di atas lahan 10 hektar yang dijadikan lokasi power house milik PT GTJ rupanya masih menjadi perdebatan di antara dua perusahaan tersebut.

Baca: Cucu Bung Karno Ini Sampaikan Ide Bangun Jabar pada Curah Gagasan PDIP

“Kalau soal itu kami serahkan ke mereka dan kami tidak ingin ikut campur,” ujar Isnawa.

Isnawa mengatakan, pihaknya menyerahkan hal itu ke GTJ dan NOEI untuk menghindari kesalahan, meski masih membutuhkan NOEI dalam mengolah gas metan menjadi listrik.

Pemutusan kontrak kerja sama itu dipicu karena kedua perusahaan tersebut dianggap wanprestasi

Sampai saat ini pihaknya terus memperbarui perkembangan pemisahan aset ke Biro Hukum DKI Jakarta dan Badan Pengelola Aset dan Daerah (BPKAD) DKI Jakarta serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved