Nilai Ekspor Kota Bekasi Turun Tidak Berdampak pada Pendapatan Daerah

Biaya ekspor dari swasta langsung masuk ke kas negara dengan skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Nilai Ekspor Kota Bekasi Turun Tidak Berdampak pada Pendapatan Daerah
Kontan/Cheppy A Muchlis
Ilustrasi kontainer untuk ekspor dan impor. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi memastikan meski nilai ekspor di wilayah setempat mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir, namun tidak berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Soalnya, biaya ekspor dari swasta langsung masuk ke kas negara dengan skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Tidak ada uang retribusi masuk ke kas daerah, tapi ke negara melalui skema PNBP,” kata Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, M. Hambali pada Rabu (25/10/2017).

Hambali memprediksi, jumlah eksportir di Kota Bekasi mencapai 60-70 perusahaan.

Namun, yang intens mengirim produknya ke luar negeri hanya 20 perusahaan.

Mereka aktif mengirim barangnya setiap pekan, selama beberapa kali.

“Jenis barang yang diekspor bermacam-macam, dari sedotan, makanan, ikan, alat tulis kantor (ATK) dan sebagainya,” kata Hambali.

Hambali mengklaim, telah mengimbau para eksportir di Kota Bekasi untuk menerbitkan berkas COO di daerah asal.

Meski kontribusi ekspor itu tidak berdampak langsung ke daerah, namun setidaknya penghargaan (reward) nilai ekspor di Kota Bekasi bertambah di hadapan pusat.

"Sudah kita kumpulkan mereka beberapa waktu lalu supaya menerbitkan COO di Kota Bekasi saja," ujarnya.

Nilai ekspor di Kota Bekasi merosot tajam selama lima tahun terakhir.

Pada tahun 2016 lalu, nilai ekspor daerah yang berada di sisi timur DKI Jakarta ini mencapai US$ 357.984.953.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved