Ini 9 Poin Aturan yang Diminta Pengemudi Taksi Online untuk Direvisi

Dalam revisi permen tersebut masih ada beberapa pasal yang dinilai memberatkan bagi para pengemudi taksi online.

Ini 9 Poin Aturan yang Diminta Pengemudi Taksi Online untuk Direvisi
Rangga Baskoro
Ketua Asosiasi Driver Online (ADO), Christiansen. 

Laporan Wartawan, Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Ketua Asosiasi Driver Online (ADO), Christiansen mengatakan ada 9 poin di dalam Permenhub nomor 26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek alias taksi online, yang diminta oleh para pengemudi taksi online untuk direvisi kembali.

Poin-poinnya adalah terkait argometer, tarif, wilayah operasi, kuota kendaraan, persyaratan minimal, bukti kepemilikan kendaraan, domisili TNKB, sertifikasi sermohonan kendaraan baru, serta tugas dan fungsi penyedia layanan aplikasi.

Dalam revisi permen tersebut masih ada beberapa pasal yang dinilai memberatkan bagi para pengemudi taksi online. Salah satunya adalah pemasangan stiker.

"Kami melihat dari hasil revisi permen ini ada masih beberapa pasal yang kami rasa keberatan yang sebenarnya pasal ini tidak dicabut oleh MA tetapi dirubah direvisi ini yaitu mengenai pemasangan stiker," kata Christiansen di Jakarta Pusat, Rabu (25/10).

Ia menekankan bahwa kendaraan yang dijadikan operasional para pengemudi taksi online tidak selama 24 jam beroperasi.

"Kendaraan kami ini tidak 24 jam full digunakan untuk operasional. Tetapi diwaktu kosong kami masih membawa keluarga. Bahkan di hari libur kami masih membawa keluarga kami ke luar kota," ujarnya.

Selain itu, ia juga masih keberatan dengan adanya peraturan pemasangan kode khusus di nomor plat kendaraan yang akan membuat aktivitas para pengemudi taksi online tidak bebas.

"Yang harus diingat bahwa pemerintah tidak berhasil mengeluarkan regulasi yang terkait dengan ekonomi kerakyataan tetapi masih mengedepankan ekonomi perusahaan. Jadi pemberlakukannya kami seperti karyawan padahal mobil itu mobil kami sendiri. Kami bayar sendiri jadi itulah yang krusial yang kami masih keberatan," katanya. (m8)

Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved