Waduh, Ratusan Restoran di Jakarta Selatan Belum Bayar Pajak

Sampai saat ini ada 730 restoran yang belum bayar pajak dari jumlah total 2.297 restoran yang ada, " kata Kepala Suku Badan Pajak

Waduh, Ratusan Restoran di Jakarta Selatan Belum Bayar Pajak
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi restoran. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Banu Adikara

WARTA KOTA, KEBAYORANBARU -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno beberapa hari lalu mengatakan bahwa tunggakan pajak terbesar Jakarta adalah dari restoran.

Meninjau data para penunggak pajak di Jakarta Selatan, tunggakan paling banyak yang tercatat hingga pekan lalu memang datang dari restoran di 10 kecamatan Jakarta Selatan.

"Sampai saat ini ada 730 restoran yang belum bayar pajak dari jumlah total 2.297 restoran yang ada, " kata Kepala Suku Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Selatan, Yuspin Dramatin, Selasa (24/10).

Menurut Yuspin, para wajib pajak restoran memang banyak membandel. Sebagian dari mereka ada yang membayar secara tidak berkala alias bolong-bolong, malah ada yang betul-betul belum bayar sejak Januari 2017.

"Yang bandel biasanya restoran yang ada di mal-mal. Alasannya tak mau bayar pun tidak jelas. Ada yang masih mau memutar uangnya dulu, ada juga yang tidak kasih alasan sama sekali. Ya nggak mau bayar saja pokoknya, " kata Yuspin.

Padahal, kata Yuspin, setiap wajib pajak restoran yang belum membayar sudah diberi peringatan.

"Minimal dua kali dalam sebulan. Sebelum jatuh tempo, dan sesudah jatuh tempo. Jadi kalau yang dari Januari belum bayar, mereka sudah dapat 20 kali peringatan, " kata Yuspin.

Peringatan berupa stiker menunggak pajak, kata Yuspin, juga sama sekali tidak diindahkan.

Sanksi sebanyak 2 persen per bulan yang dijatuhkan kepada para penunggak pun tak kunjung membuat mereka jera.

"Paling banyak di kawasan Setiabudi, Kebayoranlama, dan Kebayoranbaru, " ujar Yuspin.

Ulah para penunggak pajak ini, kata Yuspin, juga membuat realisasi penerimaan pajak restoran secara keseluruhan tersendat.

Dari target penerimaan Rp 819 miliar di bulan Oktober, baru Rp 800 miliar yang terkumpul.

"Target penerimaan pajak restoran tahun ini sendiri Rp 983 miliar, " kata Yuspin. (*)

Penulis: z--
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved