Mahasiswa Tidak Ciut Lanjutkan Aksi Minta Dua Pendemo Jokowi segera Dibebaskan

Sebanyak 12 orang dikenakan pasal 216 dan 218 dipulangkan. Dua orang kena 160, 216, 218 kami tahan karena telah memprovokasi.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Mahasiswa terus demonstrasi meski ditangkapi. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Sebanyak dua dari 14 pendemo Tiga Tahun Jokowi-JK, masih ditahan di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Senin (23/10/2017).

Seluruh pendemo tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

"PMJ Jumat (20/10/2017) malam amankan 14 mahasiswa yang melakukan unjuk rasa. Kemudian setelah dibawa ke PMJ, dilakukan pemeriksaan, 14 mahasiswa ini ditetapkan jadi tersangka," kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Senin (23/10/2017).

Seluruh tersangka tersebut, lanjut Argo, dikenakan pasal 216 dan 218.

Mahasiswa terus demonstrasi meski ditangkapi.
Mahasiswa terus demonstrasi meski ditangkapi. (Warta Kota/Mohamad Yusuf)

Namun, dua tersangka, Ardi Sutrisdi mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Ihsan Munawar mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Islam Depok ditahan dan dikenakan pasal 160.

"12 orang dikenakan pasal 216 dan 218 dipulangkan. Dua orang kena 160, 216, 218 kami tahan karena telah memprovokasi. Sebelum bubar, mereka merusak inventaris polisi, perlengkapan polisi dari uang rakyat," katanya.

Pasal 216 KUHP, berbunyi, Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut UU oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberikan kuasa untuk mengusut atau memeriksa Tindak Pidana.

Demikian pula, barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan UU yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua mingguatau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

Lalu, Pasal 218 berbunyi, Barangsiapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak pergi dengan segera sesudah diperintahkan tiga kali leh atau atas nama penguasa yang berwenang diancam karena ikut serta perkelmpkan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

Sementara, Pasal 160 KUHP berbunyi sebagai berikut, Barang siapa di muka umum dengan lisan atau dengan tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan yang dapat dihukum, melawan pada kekuasaan umum, dengan kekerasan atau supaya jangan mau menurut peraturan undang-undang atau perintah yang sah yang diberikan menurut peraturan undang-undang, dihukum penjara selama-lamanya enam tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved