Mendagri: Tidak Ada Alasan DPRD Tak Gelar Rapat Paripurna Istimewa

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai penyelenggaraan rapat paripurna istimewa oleh DPRD DKI Jakarta, wajib hukumnya.‎

Mendagri: Tidak Ada Alasan DPRD Tak Gelar Rapat Paripurna Istimewa
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mendagri Tjahjo Kumolo, Anies Baswedan, dan Sandiaga Uno kirab menuju ke Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/10/2017). 

WARTA KOTA, MENTENG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai penyelenggaraan rapat paripurna istimewa oleh DPRD DKI Jakarta, wajib hukumnya.‎

Menurutnya, tidak ada alasan bagi DPRD DKI Jakarta tak menggelar rapat paripurna istimewa tersebut.

"Harusnya wajib (paripurna istimewa). DPRD itu perwakilan masyarakat di daerah, tidak ada alasan DPRD tidak menggelar paripurna (istimewa)," kata Tjahjo di Gedung Joang, Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

Baca: Tak Gelar Rapat Paripurna Istimewa untuk Anies-Sandi, Ketua DPRD DKI: Sudah, Kerja Saja

Tjahjo menuturkan, DPRD DKI Jakarta harus memberikan kesempatan kepada Anies Baswedan selaku kepala daerah yang baru di ibu kota, untuk berpidato dalam paripurna istimewa. Apa pun isi pidato tersebut, DPRD tidak memiliki alasan untuk tak menggelar‎ paripurna istimewa tersebut.

"‎Siapa pun gubernurnya, dari partai mana, jangan dilihat. Dia adalah gubernur sah yang terpilih," tegasnya.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu menuturkan, apalagi di Jakarta akan ada perubahan APBD dengan janji yang dibuat Anies-Sandi. Tentu, hingga saat ini sampai dua bulan ke depan ‎kepala daerah masih gunakan anggaran yang dibuat Ahok-Djarot.

Baca: Ingin Rapat Paripurna Istimewa Digelar, Abraham Lunggana: Pakai Duit Haji Lulung!

"Sisa waktu dua bulan kan sayang. Ini tentu akan disesuaikan dengan program Pak Anies dan Pak Sandi," tuturnya.

‎Tjahjo mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Ketua DPRD dan Sekda DKI Jakarta, terkait pelaksanaan rapat paripurna istimewa. Memang tidak ada sanksi apabila tidak menyelenggarakan paripurna istimewa, namun dirinya akan tetap mendorong agar hal itu digelar. (*)

Penulis: z--
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved