Pemimpin Baru Jakarta

Pemilik Toko Dipeluk Sandi setelah Setuju Toko Dibongkar untuk MRT Meski Belum Diputus Pengadilan

Anies-Sandi hanya meminta persetujuan agar Mahez membolehkan kontraktor membongkar tokonya sebelum vonis pengadilan.

Pemilik Toko Dipeluk Sandi setelah Setuju Toko Dibongkar untuk MRT Meski Belum Diputus Pengadilan
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Anies dan Mahez memukul pagar pakai palu sebagai tanda Mahez setuju tokonya dibongkar sebelum putusan pengadilan. 

Anies mengatakan pemilik lahan, toko atau rumah harus mengerti bahwa MRT kepentingan publik, sehingga harus mengalah.

Pengerjaan proyek underpass di DKI Jakarta.
Pengerjaan proyek underpass di DKI Jakarta. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

"Nanti akan ada 197.000 orang yang lewat di jalur ini setiap hari," ujar Anies. Dia mengapresiasi Mahez yang akhirnya mau mengalah.

Sementara Mahez sendiri mengatakan dia memang sudah berpikir mengalah sejak lama.

Sejak Pemkot Jakarta Selatan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, Mahez sudah berpikir membiarkan tokonya dibongkar dulu sebelum putusan pengadilan.

Pengerjaan proyek underpass di DKI Jakarta.
Pengerjaan proyek underpass di DKI Jakarta. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

"Kalau sudah begini, sekarang mau dibongkar juga silahkan saja. Selama 2 tahun ini toko saya juga sudah berhenti," kata Mahez kepada wartawan, sore ini.

Kini Mahez hanya tinggal menunggu apakah kasasi Pemkot Jaksel yang menilai permintaan Mahez senilai Rp 60 juta per meter persegi diterima atau ditolak.

Apabila ditolak, Mahez berhak atas ganti rugi Rp 60 juta. Apabila diterima, Mahez hanya mendapat Rp 33 juta per meter persegi sesuai taksiran appraisal.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved