Breaking News:

Pelari Maraton Segudang Prestasi Sekarang Pengayuh Becak, Bulan Besok Ikut Lomba di Chile

Begitupun saat ia pulang, ia berlari ke Jalan Kemuning, tempat ia menitipkan becaknya hingga Dusun Ngemplak Tugel.

Editor:
Tribun Jateng
Pak Dar Sang Juara Lari Internasional Kini Berusia 82 Tahun dan Masih Narik Becak. Dia masih ingin terus berlari di perlombaan. Dia sering mangkal di Jalan Pemotongan dan Jalan Jenderal Sudirman Salatiga. 

Dia tidak bisa mendapat pekerjaan yang layak, sehingga pada 1970 Darmiyanto memilih sebagai tukang becak. Hingga usia senjanya, Pak Dar tetap mengayuh becak untuk menafkahi keluarganya.

Tempat mangkalnya berada di Jalan Pemotongan dan terkadang di Jalan Jenderal Sudirman.
"Pak Dar di sini tukang becak yang paling tua. Setiap hari dari rumahnya hinga sini lari, kalau Jumat libur," kata Siswanto (51), rekan Pak Dar yang mangkal di Jalan Pemotongan.

Meski nasibnya kurang beruntung, dia tetap bersyukur. Ia merasa berkecukupan dengan hasil dari menarik becaknya. Ia hanya berdoa semoga tetap diberikan kesehatan dan kebugaran di usianya yang tak lagi muda.

Pak Dar bertekad untuk tetap berolahraga lari hingga akhir hayatnya. Sebab, menurutnya, dari aktivitas berlari inilah yang membuat badannya tetap sehat. "Kalau bisa meraih juara lomba lari, bonusnya lumayan," tukasnya. (Tribunjateng/cetak/Kontributor Kompas.com Ungaran, Syahrul Munir)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved