Jumat, 10 April 2026

Jakarta Ganti Pemimpin, Medsos Pelayanan Publik Pasif

Hal ini berbanding terbalik dengan Keterangan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang akan menjadikan Ibukota menjadi kota digital.

Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
ILUSTRASI media sosial 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Pasca Basuki Tjahja Purnama lengser karena tersangkut kasus penistaan agama hingga digantikan oleh wakilnya, Djarot Saiful Hidayat pada awal bulan Mei 2017 silam, perubahan besar terjadi di Ibukota DKI Jakarta. Bukan hanya berganti gaya kepemimpinan, aliran informasi yang semula deras disampaikan lewat media sosial kini justru pasif.

Perubahan tersebut dapat terlihat pada sejumlah akun media sosial seperti twitter maupun instagram milik Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) milik lima wilayah Kotamadya Jakarta saat ini. Seluruh akun terkesan tidak dikelola dengan baik, bahkan beberapa akun tercatat terakhir diperbarui sejak akhir tahun 2016 lalu.

Akhir tahun 2016 memang merupakan awal perjalanan hidup baru bagi Ahok-sapaan Basuki Tjahja Purnama, mulai dari sidang perdananya yang digelar  di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, tepatnya tanggal 1 Desember 2016 hingga resmi ditahan di markas Komandao Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok pada tanggal 10 Mei 2017.

Dalam rentang waktu tersebut, seluruh akun media sosial milik Sudin SDA kelima wilayah terpantau pasif. Beberapa akun hanya memposting beberapa kegiatan seperti perbaikan maupun pengurasan saluran air, sementara informasi ataupun penanganan banjir dan genangan yang sebelumnya ramai diunggah tidak terlihat.

Pasifnya informasi tersebut seperti yang terlihat dari akun twitter milik SUdin SDA Jakarta Timur lewat akun @sdpuairjaktim dan SUdin SDA Jakarta Pusat lewat akun @SDPUairJAKPUS. Sedangkan SUdin SDA Jakarta Selatan lewat akun @sudintajaksel, SUdin SDA Jakarta Barat lewat akun @SDSDA_JB dan SUdin SDA Jakarta Utara @@sdputataairjaku masih terpantau aktif sejak beberapa pekan belakangan.

Kota Digital

Hal tersebut berbanding terbalik dengan Keterangan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno yang akan menjadikan Ibukota menjadi kota digital. Kota yang memanfaatkan aspek teknologi informasi sebagai bagian dari pelayanan publik masyarakatnya.

"Jakarta akan menjadi smart city, lebih smart dari sekarang. semuanya harus bisa diakses lewat HP, bukan trans[paransi anggaran aja, tapi informasi semua hal soal Jakarta," ungkap Sandiaga Uno, sebelum dilantik bersama ANies Rasyid Baswedan beberapa waktu lalu.

Terhambatnya laju informasi tersebut dikomentari warga, misalnya Didin Darmawan (33) warga Halim, Makasar, Jakarta Timur. Dirinya justru beranggapan pasifnya media sosial milik Suku Dinas SDA Kotamadya Jakarta itu dikarenakan pekerjaan yang tidak sempurna ataupun banyaknya proyek mangkrak.

Dibuktikannya lewat pengerjaan saluran air di kawasan Kampung Melayu ataupun aluran air di sepanjang Jalan gatot Subroto dari Cawang hingga simpang Pancoran. Proyek yang menyebabkan kemacetan itu katanya tidak cepat diperbaiki walaupun seringkali dilaporkan netizen lewat media sosial.

"Intinya bukan karena males, tapi karena kerjanya ngga bener, makanya nggak aktif. soalnya kalau aktif pasti di-bully, jadi ya kalau aktif pasti yang diposting yang bagus-bagus aja," ungkapnya.

Karena itu, lanjutnya, dirinya maupun sebagian masyarakat Jakarta diyakini lebih memilih akun milik komunitas yang berseberangan dengan milik pemerintah. Karena informasi yang disampaikan diyakininya adalah fakta yang sebenarnya.

"Jadi nggak ngarepin banget, kalau bisa haters sekalian yang di-follow, jadi tahu gimana kejadian yang sebenarnya," tutupnya menambahkan. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved