Liga Champions
Pertemuan dengan Benfica Bangkitkan Kenangan Nemanja Matic
Sebelum dibeli kembali oleh Chelsea pada 2014, Matic mengabdi selama tiga musim (2011-2014)dengan skuad Benfica.
WARTA KOTA.COM - Laga di Estadio da Luz, Lisabon (Portugal), Kamis (19/10/2017) dini hari WIB, bakal membangkitkan kenangan tiga sosok penting di Manchester United (MU).
Setan Merah-julukan untuk MU-akan memainkan laga ketiga Grup A Liga Champions dengan menyambangi Benfica, tim peringkat ketiga Liga Portugal, dini hari nanti.
Duel di Da Luz tersebut bakal membangkitkan kenangan tiga sosok kunci di MU, termasuk gelandang Nemanja Matic.
Sejak dibeli dari Chelsea bulan Juli 2017, Matic sebagai gelandang bertahan memainkan peran penting atas keberhasilan MU mencatat rekor tak terkalahkan dalam 10 laga kompetitif di seluruh kompetisi musim ini.
Di Liga Inggris, MU tak terkalahkan dalam delapan laga dan Matic tampil penuh sejak menit pertama.
Menurut Whoscored, selain menyumbang satu asis, Matic memenangi duel hingga 47 persen. Umpan suksesnya 87 persen.
Begitu pula dalam dua kemenangan MU atas Basel (Swiss) dan CSKA Moskwa (Rusia) di penyisihan Grup A.
Matic selalu tampil penuh dengan rekor 92 persen umpan sukses dan memenangi duel udara 0,5 per pertandingan.
Matic mengakui, Benfica berpengaruh dalam perjalanan kariernya.
Sebelum dibeli kembali oleh Chelsea pada 2014, Matic mengabdi selama tiga musim (2011-2014) skuad Aguias atau Elang Benfica.
Kata Matic, mantan pelatih Benfica Jorge Jesus membantunya untuk kembali ke bentuk permainan terbaiknya.
Selama berkarier di Benfica, Matic menjadi anggota penting dari skuad Jesus, dan selama tiga tahun dia bermain dalam 97 pertandingan di seluruh kompetisi plus trofi Pemain Terbaik Tahunan, satu gelar liga, dan tiga trofi piala liga.
"Ketika saya pertama kali datang ke Benfica, Jorge Jesus mengatakan kepada saya pada hari pertama saya bahwa saya akan bermain sebagai pemain nomor 6 atau sebagai gelandang bertahan," kenang Matic di situs manutd.com.
Pada awalnya Matic merasa aneh memainkan peran tersebut.
"Saya tidak tahu saya bisa memainkan posisi itu. Tetapi, perlahan, saya berlatih dengan tim dan pelatih menjelaskan kepada saya bagaimana melakukannya. Dan, setelah bekerja sangat keras, sekarang, saya di Manchester United, jadi saya pasti sudah melakukan pekerjaan dengan baik!" tegasnya.
Matic mengakui, Benfica akan selalu ada di hatinya dan dia akan terus memberikan dukungannya. Meski demikian,pemain asal Serbia ini juga menjunjung tinggi profesionalitasnya sebagai pemain MU.
"Saya akan mendukung mereka sepanjang sisa hidup saya dan mereka akan memiliki tempat khusus di hati saya, tapi di Liga Champions, saya harap saya dan Manchester United bisa mengambil poin dari mereka," tandas pemain berusia 29 tahun ini.
Sosok lainnya di MU yang memiliki keterkaitan emosional dengan Benfica adalah Victor Lindelof.
Bek tengah internasional Swedia ini memulai karier di klub asal kampung halamannya, Vasteras SK.
Namun, sejak tahun 2011, saat usianya baru 17 tahun, Lindelof sudah merantau ke Portugal, di mana dia bergabung dengan Benfica B.
Pemain berjulukan Iceman ini baru menembus skuad utama Benfica pada September 2013, di pertandingan Piala Portugal.
Selepas itu, dia menjadi pilihan utama di jantung pertahanan pasukan Elang.
MU membelinya dari Benfica seharga 35 juta euro, 10 Juni 2017.
Lindelof baru sekali tampil di Liga Inggris, tetapi bermain penuh dalam dua laga Grup A Liga Champions musim ini.
Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Rabu (18/10/2017)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/cover-harian-super-ball_20171018_083654.jpg)