Soal Pidato Anies, Pedagang Pasar Glodok: Saya Gak Ngerti
Beberapa orang kebanyaknya engan berkomentar atas isi pidato Anies saat menyebutkan kata 'Pribumi', entah apa alasannya.
WARTA KOTA, TAMAN SARI - Perihal penyebutan kata 'pribumi' yang diucapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berpidato di Balai Kota usai pelantikan dan serah terima jabatan menuai kritik dikalangan masyarakat.
Pasalnya banyak yang beranggapkan bahwa apa yang disampaikan dalam pidato Anies memiliki isu SARA untuk menggambarkan suatu Jakarta yang lebih memfokuskan kepentingan pribumi dibandingkan orang keturunan Tionghoa.
Namun ucapan tersebut tidak berdampak terlalu besar, bahkan banyak keturunan Tionghoa yang tidak mau mempermasalahkan terlalu besar atas pidato tersebut.
"Saya kurang tahu mas, tidak ngerti saya," kata Cici (37) salah satu pedagang Pasar Glodok, Selasa (17/10/2017).
Beberapa orang kebanyaknya engan berkomentar atas isi pidato Anies saat menyebutkan kata 'Pribumi', entah apa alasannya.
Namun salah satu pedagang, Berland (40) mengatakan bahwa apa yang diucapkan Anies tidak bermaksud menimbulkan polemik di Masyarakat, namun ia menyayangkan hal tersebut.
"Mungkin gak konteknya seperti itu tapi maksudnya mungkin berbeda, sebagai Gubernur apa lagi baru, pasti sebelum mengucakpan ia sudah paham, jadi saya rasa maksudnya tidak seperti itu," katanya. (Joko Supriyanto)