Soal Reklamasi, Luhut Bilang Dirinya Lebih Tua Dari Sandiaga
Menko Luhut menganggap pencabutan moratorium tersebut merupakan tindak lanjut dari sudah diselesaikannya persyaratan para pengembang
WARTA KOTA, JAKARTA- "Pak Sandi udah datang ke saya, udah kita omongin. Beliau janji mau kita briefing, dua kali janji, dua kali dibatalkan, abis gimana? Bagaimanapun saya lebih tua dari dia,"
Begitulah kata Menteri Koordinator Kemaritiman, Jend. TNI. Purn. Luhut Binsar Panjaitan ketika dikonfirmasi mengenai pencabutan moratorium reklamasi sebelum Anies dan Sandi dilantik Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Menko Luhut menganggap pencabutan moratorium tersebut merupakan tindak lanjut dari sudah diselesaikannya persyaratan para pengembang yang harus dipenuhi sebelum membangun wilayah tersebut.
Lebih jauh, mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) itu menegaskan, bahwa pencabutan moratorium tersebut telah melalui prsoes yang menurutnya profesional, termasuk kajian dari lembaga independen.
Menko Luhut menyatakan siap untuk menampun aspirasi yang bisa dipertanggungjawabkan mengenai reklamasi tersebut.
Bila memang ada kakurangan dan kendala bisa didiskusikan. Dirinya mengimbau, agar jangan menghabiskan waktu dan tenaga unutk perbedaan yang sifatnya tidak membangun.
Balas dengan candaan
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno (Sandi), justru melontarkan candaan ketika ditanya soal kemarahan Menko Maritim karena Sandi mangkir dari 2 undangan pertemuan membahas reklamasi.
"Kayak yang ini ya, full drama queen," kata Sandi kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com sambil tersenyum lebar di sela memantau SDN 07 Cawang, Jakarta Timur, Rabu (18/10/2017).
Drama queen merupakan kalimat untuk menyebut seseorang yang kerap marah berlebihan untuk suatu hal yang tak terlalu perlu dipermasalahkan.
Sandi mengatakan tahu betul mandat dari warga Jakarta bahwa Anies-Sandi mesti menghentikan reklamasi pulau.
Tapi Sandi juga mengatakan segalanya mesti dikaji baik-baik terkait kelanjutan reklamasi.
"Tidak boleh tergesa-gesa. Kita pastikan semuanya ini untuk kemajuan bersama," ujar Sandi dengan suaranya yang khas, berat dan serak.
Sandi juga mengatakan bahwa Pemerintah Pusat dan Daerah sama-sama memiliki niat baik soal reklamasi pulau.
Sandi menggambarkan Pemerintah pusat dan daerah dengan kata 'kita'.
"Saya rasa Kita sama-sama memiliki niat yang baik. Tapi Prosesnya harus penuh keterbukaan dan berkeadilan yang harus dihadirkan di jakarta," jelas Sandi.
Terkait kemarahan Luhut yang ia sebut 'full drama queen', Sandi menjelaskan sudah bersilaturahmi dengan Menko Maritim, Luhut Panjaitan yang kelihatan paling mendorong kelanjutan reklamasi pulau.
"Saya sudah jelaskan bahwa kami ada silaturahim bersama dengan Pak Luhut mengenai update terkahir (tentangn reklamasi)," kata Sandi.
Dia menekankan seluruh proses dipastikan akan terbuka dan transparan.
Namun Sandi menyebut masih ada beberapa hal mengganjal terkait melanjutkan reklamasi pulau.
Sebab ada beberapa pertanyaan yang belum dapat dijawab pemerintah pusat lewat Luhut.
"Saya tanya 1 hal saja belum pasti soal lapangan kerja disana (pulau reklamasi). Berspa banyak lapangan kerja yang tercipya, lapangan kerjanya model apa, untuk siapa tempat itu. Bagaimana pendidikan disana. Apakah nanti akan membantu sekolah-sekolah rusak. Belum ada kajiannya itu," beber Sandi.(*)