Jumat, 24 April 2026

Koran Warta Kota

Sekda Berusaha Bujuk Djarot Hadiri Sertijab

Setelah Anies-Sandi dilantik Presiden di Istana sore nanti, dijadwalkan keduanya akan melaksanakan sertijab dengan pejabat lama.

Rangga Baskoro
Gubernur DKI Jakarta Djaeot Saiful Hidayat menyampaikan ucapan terima kasih beserta apresiasi kepada relawan Badja yang menghadiri acara Kaleidoskop Terima Kasih Gubernur 2012-2017 yang digelar di Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017) 

WARTA KOTA, GAMBIR - Setelah Anies-Sandi dilantik Presiden di Istana, Senin (16/10/2017) sore ini, dijadwalkan keduanya akan menuju Balai Kota DKI Jakarta untuk melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) dengan pejabat lama.

Diperkirakan Sertijab akan digelar pukul 17.00 di Balai Agung Balai Kota.

Namun kehadiran mantan Gubernur Djarot Saiful Hidayat dalam acara sertijab itu masih belum pasti.

Sekda DKI Saefullah mengaku sudah berusaha membujuk Djarot agar mau hadir di acara tersebut.

"Saya bilang begini, Pak Djarot, kalau bisa besok (hari ini ) sempatkan hadir. Tapi kan saya ngomongnya harus pelan-pelan," kata Saefullah kepada wartawan usai melepas Djarot dari Gedong Joang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/10/2017) siang.

Baca: Rangkaian Acara Pelantikan Anies-Sandi Terbaru, Ternyata Djarot Diagendakan Hadiri Sertijab

Menurut Saefullah, Djarot tetap tak memastikan akan hadir walau sudah diminta langsung.

"Beliau bilang, lihat nanti ya," kata Saefullah.

Sebelumnya, saat ditanya wartawan, Djarot juga menyatakan hal yang sama.

"Ya lihat nanti ya," ujarnya saat acara pelepasan di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (15/10/2017) pagi.

Suami Happy Farida itu justru mengungkapkan keinginannya untuk refreshing keluar Jawa.

"Saya mau refreshing dulu ke Labuan Bajo habis ini," katanya. Tapi ia tak mau memberitahu kapan berangkat ke Labuan Bajo.

Menurut Djarot, masa jabatannya sudah habis sejak pukul 00.01 pada Minggu (15/10/2017) dini hari.

Kemudian jabatan Gubernur sudah diserahkan kepada Plh Gubernur yaitu Sekda DKI Jakarta, Saefullah.

Makanya tak ada keharusan bagi Djarot untuk melakukan sertijab dengan Anies pada Senin (16/10/2017) sore ini karena yang menjabat Gubernur sejak kemarin adalah Saefullah.

Arak-arakan meriah

Kemarin, pelepasan Djarot sebagai Gubernur DKI Jakarta berlangsung dengan arak-arakan yang cukup meriah.

Dalam pelepasannya kali ini Djarot diiringi mobil pasukan pelangi.

Sebagaimana diketahui pasukan pelangi memang dibentuk saat di era kepemimipinan Ahok dan Djarot sehingga para pasukan pelangi ini melepas sosok yang telah membuat Jakarta lebih nyaman.

Hal tersebut dikatakan oleh salah satu pasukan pelangi yang turut serta ikut mengiringi pelepasan Djarot.

"Kami ikut mengiringi pelepasan bapak Djarot karena beliaulah yang membuat kami ada di sini," kata Tarman (40) salah satu pasukan pelangi, Minggu (15/10/2017).

Baca: Terjawab Sudah, Ternyata Ini Penyebab Djarot Tak Hadiri Sertijab Gubernur DKI

Terima kasih

Tak hanya para Pasukan Pelangi beberapa mobil operasional Dinas juga turut serta mengiringi Djarot, baik itu mobil Damkar, Mobil Dinas Kebersihan, Mobil Dinas Sosial, Hingga Mobil Dinas Kesehatan.

Sedangkan warga tampak antusias dengan kehadiran Djarot yang berkeliling kota Jakarta mengunakan kereta kencana dengan ditemani sang istri.

Bahkan beberapa kali warga menyebut namanya saat melintas didekat warga, tak hanya itu mendengar teriakan warga Djarot juga menyambut hangat dengan lambaian tangan.

"Terima kasih pak Djarot, Pak Djarot," teriak salah satu warga saat mengetahui iringan Djarot melintas.

Kado untuk DPRD

Di pengujung masa jabatannya, Djarot ternyata juga memberi kado indah untuk pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta.

Djarot mengambil keputusan menandatangani Pergub tentang Perda APBD Perubahan 2017 setelah menyetujui kenaikan tunjangan DPRD.

Plh Gubernur DKI Jakarta, Saefullah, mengakui hal tersebut.

"Jumat kemarin ditandatangani Pak Djarot itu," kata Saefullah kepada wartawan, usai acara pelepasan Djarot di Gedong Joang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/10/2017).

Menurut Saefullah, Djarot akhirnya setuju dengan kenaikan tunjangan transportasi anggota dewan dengan nilai tengah.

Awalnya dihitung bahwa tunjangan transportasi sebesar Rp 25 juta tetapi Djarot tak setuju.

"Akhirnya setuju di angka Rp 21,5 juta. Itu nilai appraisal paling awal yang dipakai," kata Saefullah. (ote/m13)

Berita selengkapnya, baca koran Warta Kota edisi Senin, 16 Oktober 2017

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved