Minuman Keras

Polres Metro Jakarta Utara Ungkap Pabrik Miras Oplosan di Kelapa Gading

Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Utara mengungkap pabrik miras oplosan di gudang barang bekas, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

Polres Metro Jakarta Utara Ungkap Pabrik Miras Oplosan di Kelapa Gading
Tribun Jateng
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Warta Kota Junianto Hamonangan

WARTA KOTA, KELAPA GADING - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Utara mengungkap pabrik minuman keras (miras) oplosan di sebuah gudang barang bekas, di Jalan Rawa Sengon RT 005 RW 022, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Empat orang pelaku masing-masing pemilik pabrik, Ricardo Tamba (39) dan tiga anak buahnya yaitu Baim (31), Krisostomus Nembe (31) dan Soldier Silaban (38) menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Dwiyono mengatakan para pelaku membuat minuman anggur palsu, tepatnya anggur ginseng cap Kuda Emas dan anggur cap Orang Tua yang diproduksi di pergudangan tersebut.

Para tersangka dengan sengaja mengoplos miras dengan berbagai campuran bahan cairan seperti caramel, arak, alkohol, sitrun, gula merah dan gula pasir serta air keran mentah.

Baca: Jessica Mila Memar dan Terbanting di Mata Batin

"Setiap harinya pelaku dapat memproduksi sekitar 30-50 dus karton. Satu karton berisi 12 botol," kata Dwiyono, Jumat (13/10).

Dwiyono menambahkan produk miras oplosan tersebut didistribusikan dan dijual di sekitar wilayah DKI Jakarta.

Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati mengonsumsi minuman anggur maupun minuman keras lainnya yang dibuat secara ilegal.

"Setiap kali produksi, pemilik mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan miras oplosan senilai Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu per dus karton," ungkapnya..

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 140 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan.

Pasalnya para pelaku telah memproduksi minuman yang tidak sesuai standar kesehatan hingga memalsukan merk dagang.

"Ancaman hukumannya maksimal dua tahun kurungan penjara atau denda sebesar Rp 4 miliar," tutupnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved