Rabu, 15 April 2026

Awas Gunung Agung

Soal Status Gunung Agung, Ini Kata Kepala Bidang Mitigasi PVMBG

Lebih dari tiga pekan pasca ditetapkan status Awas, tepatnya tanggal 22 September 2017 lalu, kondisi Gunung Agung masih belum dapat dipastikan

TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Gunung Agung terlihat di atas Bukit Pantai Amed, Karangasem, Sabtu (30/9/2017). Sampai saat ini status Gunung Agung masih awas, lima kecamatan masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB), yakni Kecamatan Kubu, Abang, Karangasem, Bebandem, Selat, dan Rendang. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Lebih dari tiga pekan pasca ditetapkan status Awas, tepatnya tanggal 22 September 2017 lalu, kondisi Gunung Agung masih belum dapat dipastikan.

Pasalnya, walau belum terlihat tanda-tanda letusan, aktivitas vulkanis Gunung Agun juga masih terpantau tinggi.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), I Gede Suastika menjelaskan, proses vulkanologi yang terjadi di Gunung Agung telah diteliti dengan beragam teori dan peralatan terkini.

Namun, pihaknnya belum juga dapat memastikan Gunung Agung akan meletus atau sebaliknya.

"Setelah melalui proses hinga ditetapkan levelnya menjadi Awas, saat ini yang bisa kita lakukan adalah menunggu. Jika melihat dari hari ke hari, memang terjadi intensitas peningkatan, seperti gempa yang terus berlangsung," jelas Suastika dalam siaran tertulisnya pada Rabu (11/10).

Karena itu, lanjutnya, tidak ada yang dapat memastikan kapan Gunung Agung akan meletus, sehingga diharapkannya masyarakat dapat mengikuti imbauan yang disampaikan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah penyelamatan dan tidak terpancing dengan berita hoax.

“Yang terpenting saat ini adalah masyarakat mengikuti imbauan yang telah diberikan pemerintah untuk mengambil langkah langkah penyelamatan. Sehingga, suatu ketika Gunung Agung erupsi, bisa meminimalisir tingkat korban dan kerugian,” papar Suastika.

Sementara itu, Kepala Pusat data dan Informasi Humas (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho‏ lewat akun twitternya, @Sutopo_BNPB memposting ungkapan serupa.

Menurutnya, aktivitas vulkanik adalah urusan Gunung Agung, yang terpenting adalah masyarakat dapat berdampingan secara haronis dengan gunung api tertinggi di bali itu.

"Kita semua sayang Bali. Biarlah Gunung Agung punya gawe. Yang penting kita selamat. Hidup harmoni dengan Gunung Agung. #BaliAman," tulisnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved