BI Jelaskan Kartu Uang Elektronik Tidak Gratis pada Program Pekan Depan

Program yang akan dilakukan dari tanggal 16 hingga 31 Oktober 2017 merupakan penambahan diskon biaya kartu uang elektronik

BI Jelaskan Kartu Uang Elektronik Tidak Gratis pada Program Pekan Depan
Warta Kota/Alex Suban
Petugas menawarkan Kartu Pembayaran Elektronik, di Gerbang Tol Cililitan, Jakarta Timur, Sabtu (16/9/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Direktur Program Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Pungky Purnomo Wibowo mengoreksi penjelasan yang dituturkannya di sejumlah media online terkait pembagian gratis kartu uang elektronik pada program yang dimulai Senin (16/10) pekan depan.

Program tersebut, sambung Pungky merupakan program lanjutan yang digagas oleh 5 perbankan, BI beserta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dilakukan sejak tanggal 17 Agustus hingga 30 September 2017.

"Sebenarnya berita itu agak mislead. Jadi, pertama kami memiliki program diskon dalam rangka pembayaran melalui uang elektronik di jalan tol oleh perbankan dalam hal ini ada Mandiri, BRI, BNI, BTN dan BCA. Itu dimulai dari 17 Agustus sampai 30 September 2017 dimana kartunya sendiri berharga Rp 20.000. Kartunya itu mendapatkan diskon Rp 10.000 atau 50 persen dari kelima bank tersebut," ucap Pungky ketika dikonfirmasi, Selasa (11/10).

Kemudian, setelah melalukan evaluasi, pihaknya menilai program tersebut nyatanya mampu meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan transaksi non tunai di ruas jalan tol sehingga sampai pada tanggal 30 September, progres transaksi non tunai di ruas jalan tol sudah mencapai 62 persen.

"Oleh sebab itu BUJT dan perbankan sepakat untuk melanjutkan program diskon ini sampai dengan 31 Oktober 20017, Senin minggu depan," ungkapnya.

Program yang akan dilakukan dari tanggal 16 hingga 31 Oktober 2017 merupakan penambahan diskon biaya kartu uang elektronik yang pada awalnya hanya Rp 10.000 menjadi nol rupiah.

"Apa yang didiskon? Yang didiskon adalah kartu uang elektronik tadi, yang Rp 20.000 tadi, kalau dulu (17 Agustus - 30 Sepetember) kami sebut diskonnya 50 persen dari perbankan, minggu depan diskonnya jadi 100 persen, jadi Rp 10.000 dari perbankan, Rp 10.000 dari BUJT. Jadi harga kartunya jadinya nol rupiah," ujar Pungky.

Dalam arti, apabila dulu harga kartu uang elektronik Rp 50.000 berisikan saldo Rp 40.000, pada Senin mendatang pengguna jalan tol akan mendapatkan saldo Rp 50.000 setelah membayarkan kartu Rp 50.000.

"Itu intinya, jadi bukan dibagikan ya, dijual kepada masyarakat karena mereka tetap harus membeli untuk yang isi saldo tersebut. Begitu loh," tuturnya. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved