Breaking News:

Anies Pernah Bermasalah dengan Warga

Usut punya usut, penyebab banjir yang kian rutin terjadi kala hujan itu disebabkan pondasi rumah Anies yang menjorok

Warta Kota/Acep Nazmudin
Situasi Kediaman rumah Anies Baswedan di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, sepi, Rabu (19/4/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sepekan mendatang pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno akan dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, kenyataan itu rupanya mengingatkan Rosyid (42) warga Jalan Lebak Bulus III, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan atas peristiwa tidak menyenangkan yang dialaminya lantaran pernah berselisih dengan Anies.

Peristiwa yang diingatnya terjadi pada akhir tahun 2016 itu diceritakannya bermula dari hujan deras hingga menyebabkan rumahnya kebanjiran.

Dirinya merasa bingung, sebab puluhan tahun menempati rumah keluarga, rumahnya yang berada persis di belakang rumah mantan Meteri Pendidikan era kabinet Kerja itu tidak pernah kebanjiran.

Usut punya usut, penyebab banjir yang kian rutin terjadi kala hujan itu disebabkan pondasi rumah Anies yang menjorok hingga menutupi sepertiga saluran air yang berada di belakang rumahnya.

Kesal dengan peristiwa tersebut, dirinya yang masih mengenakan celana pendek dan berbasahan air hujan mendatangi rumah Anies dengan bertelanjang kaki.

Niatnya untuk menegur suami dari Fery Farhati Ganis itu rupanya berujung dengan kejutan. dirinya yang menggedor pagar rumah justru dipersilahkan masukoleh satpam rumah Anies.

Dirinya pun dipersilahkan masuk untuk mencurahkan keluhan langsung kepada Anies.

"Saya nyeker waktu itu, eh tetep disuruh masuk juga. saya yang awalnya mau marah jadi nggak jadi. di situ saya ceritain kalau rumah saya kebanjiran karena pondasi rumah pak Anies nutupin saluran, saya ceritain begitu," ungkapnya ditemui Warta Kota di warung dekat rumah Anies pada rabu (11/10).

Bukan hanya itu, dirinya kembali merasa terkejut saat Anies memintanya mengantarkan ke rumahnya untuk melihat kondisi rumah secara langsung.

Padahal saat itu hari sudah petang, hujan pun masih turun dengan deras.

"Pak Anies pakai payung ke rumah saya, dia masuk terus lihat ke belakang rumah dan bener lihat kalau banjir karena pondasi rumahnya. Dia bilang minta maaf lagi terus janji bakal bongkar pondasi rumahnya secepetnya," cerita pria asli betawi Lebak Bulus itu.

Benar saja, janji Anies katanya segera ditunaikan, sejumlah pekerja bangunan datang untuk membongkarpondasi dan pagartembok rumah yang membatasi rumahnya itu pada keesokan paginya.

Tidak sampai sehari, pembebasan saluran air itu pun rampung, bahkan saluran air sepanjang sekitar 10 meter itu sempat dikeruk agar lebih dalam.

"Kalau diceritain kayak gini pasti dia masih inget. Alhamdulillah dia kepilih deh, mudah-mudahan masalah kita yang orang Jakarta bisa diselesain dia kayak massalah saya waktu dulu,' tutupnya sumringah. (dwi)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved