Tiga Ton Kepiting Bertelur ini Gagal Diselundupkan ke Malaysia, Para Pelaku Menghilang

Kepolisian Tarakan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan kepiting bertelur tujuan Sabah, Malaysia awal pekan ini.

Tiga Ton Kepiting Bertelur ini Gagal Diselundupkan ke Malaysia, Para Pelaku Menghilang
Tribun Kaltim - Tribunnews.com
ILUSTRASI: Ribuan ekor kepiting betina yang berhasil diamankan petugas patroli gabungan, Minggu (27/3/2016) dinihari di Perairan Sebatik. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Aparat kepolisian Kota Tarakan, Kalimantan Utara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan kepiting bertelur tujuan Sabah, Malaysia, pada Minggu (8/10) sekitar pukul 05.00 wita.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Tarakan, Iptu Bambang melalui sambungan telepon, Selasa membenarkan, para petugas menemukan kepiting bertelur sebanyak tiga ton yang diperkirakan akan diselundupkan ke Malaysia.

Namun para pelakunya diduga telah melarikan diri setelah mendapatkan informasi kedatangan aparat kepolisian di lokasi itu.

Kini tiga ton kepiting bertelur itu diamankan di Sungai Perikanan Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, bersama sebuah perahu cepat (speedboat) warna biru putih dua mesin masing-masing 220 PK.

Bambang menjelaskan, mengamankan kepiting tersebut tidak ditemukan pemilik atau pengemudi speedboat. Diduga kuat mereka telah melarikan diri setelah mendapatkan informasi akan datangnya aparat kepolisian di lokasi itu.

Namun Bambang menegaskan, jajarannya tetap mencari pemilik barang bukti dan speedboatnya.

Penangkapan itu dilakukan saat Polresta Tarakan melakukan patroli laut yang kemudian menemukan speedboat bermuatan kepiting tanpa dilengkapi sertifikasi pihak karantina.

Setelah mengamankannya di Sungai Perikanan Kelurahan Karang Anyar Pantai, pada pagi harinya polisi langsung melepasliarkannya di Pantai Mamburungan dengan jumlah diperkirakan mencapai 5.000 ekor.

Penangkapan kepiting bertelur ini merupakan kasus ke-10 di Kota Tarakan. Sebelumnya TNI AL juga menangkap kepiting jenis yang sama sebanyak 47 koli.

Editor:
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved