Breaking News:

Aptek dan Toko Obat Penjual Obat Terlarang akan Dicabut Izinnya

Dinas Kesehatan Kota Bekasi menegaskan akan mencabut izin operasional apotek atau toko obat yang menjual obat terlarang.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Max Agung Pribadi
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI-Dinas Kesehatan Kota Bekasi sedang mengetatkan pengawasan terhadap peredaran obat terlarang dan obat penenang yang jual tanpa resep dokter. Bagi penjual obat itu, dinas setempat akan mencabut izin operasional dan tidak menutup kemungkinan penjualnya akan dijerat hukum.

"Kita perkuat koordinasi dengan kepolisian setempat dan Satpol PP untuk mengawasi toko obat dan apotek yang disinyalir menyalahi aturan," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (9/10/2017).

Tanti meminta kepada masyarakat untuk turut serta membantu petugas dengan melapor bila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Dia berjanji, petugas bakal menindak lanjuti laporan dari warga. "Kita sudah punya delapan petugas untuk mengawasi apotek, toko obat dan klinik," ujar dia.

Meski demikian, kata dia, petugas dengan apotek yang ada di Kota Bekasi memang tidak sebanding. Jumlah apotek dan toko obat di wilayah setempat berjumlah 1.002 titik. Rinciannya, 500 unit apotek dan 502 unit toko obat.

"Sebetulnya bukan karena kekurangan SDM saja, tapi pemilik obat dan apotek harus mengikuti aturan yang disosialisasikan petugas tentang obat. Karena itu, informasi dari masyarakat sangat membantu kami," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved